Rabu , September 22 2021

Indonesia Evakuasi 33 Orang dari Afghanistan, 7 Diantaranya WNA

Ribuan orang berada di Bandara Internationl Kabul, berharap bisa keluar dari Afghanistan setelah Taliban berhasil merebut kekuasaan. (Foto: Reuters)

Jakarta (Riaunews.com) – Sebanyak 33 orang berhasil dievakuasi Pemerintah Republik Indonesia dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dari Afghanistan. Selain 26 warga negara Indonesia (WNI), turut dievakuasi tujuh warga negara asing (WNA).

Mereka yang dievakuasi sudah tiba di Indonesia Sabtu (21/8/2021) dini hari di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan rasa syukurnya setelah evakuasi ini berjalan lancar.

Retno menyebut rencana evakuasi telah dirancang dan disiapkan dengan matang dan hati-hati juga low key selama beberapa hari. Retno menilai sifat “low key” diperlukan karena dinamika lapangan yang sangat tinggi dan situasi yang “sangat cair”.

Retno menyebut 26 WNI tersebut terdiri dari 16 staf KBRI Kabul dan 10 WNI non staf KBRI. Sementara tujuh WNA yang turut dibantu pemerintah Indonesia untuk keluar dari negara tersebut terdiri dari lima warga negara Filipina dan dua warga negara Afghanistan yang merupakan suami dari WNI dan staf lokal KBRI.

Proses evakuasi itu dilakukan pada Jumat (20/8).

Pesawat itu berangkat dari Jakarta dan mendarat dari Islamabad, Pakistan, pukul 23.00 GMT, dan berhasil mendarat di Kabul pada pukul 04.40 waktu setempat.

Setelah seluruh WNI melaksanakan naik pesawat, selanjutnya pesawat kembali terbang pada pukul 02.19 GMT dan mendarat di Islamabad pada pukul 03.05 GMT. Dari Islamabad, penerbangan dilanjutkan menuju Indonesia pada pukul 05.53 GMT melalui, Karachi, Colombo, Banda Aceh, dan mendarat di Halim.

Retno juga menyebut Indonesia terus berharap agar perdamaian dan stabilitas dapat tercipta di Afghanistan dan proses politik yang inklusif masih memiliki peluang untuk dilakukan demi kebaikan rakyat Afghanistan.

“Indonesia juga berharap agar kaum perempuan Afghanistan dihormati hak-haknya dan Indonesia terus berkomitmen untuk membantu menciptakan perdamaian di Afghanistan, terutama melalui kerjasama pemberdayaan perempuan,” kata Retno Marsudi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Panglima TNI dan jajarannya, kabinet dan jajarannya, dan tentunya kepada seluruh tim evakuasi,” kata Retno.

Sementara itu Penglima TNI Marsekal Hadi Tjhajanto mengatakan evakuasi WNI ini bukan misi mudah. Pasalnya situasi yang terus berubah dan berkembang di lapangan.

“Dengan mengucap syukur, alhamdulillah pagi ini misi evakuasi dari Kabul ke Tanah Air Indonesia dapat dilaksanakan dengan aman sesuai dengan rencana,” kata Hadi Tjahjanto.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: