Sabtu , September 18 2021

Kedutaan Minta Interpol Tahan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Karena Dituding Larikan Uang Negara USD 169 Juta

Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan yang melarikan diri setelah Taliban menguasai negara tersebut.

Dushanbe (Riaunews.com) – Kedutaan Besar (Kedubes) Afghanistan di Tajikistan meminta Interpol untuk menahan mantan Presiden Ashraf Ghani yang melarikan diri. Ghani disebut membawa duit kas negara USD 169 juta.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (19/8/2021), utusan Afghanistan untuk Dushanbe, Muhammed Zahir Agbar, dalam konferensi pers di Dushanbe, menggambarkan pelarian Ghani sebagai ‘pengkhianatan terhadap negara dan bangsa’.

Agbar mengatakan dia mengakui wakil presiden Amrullah Saleh, dalam pemerintahan Ghani, sebagai kepala negara Afghanistan yang sah.

Dia mengatakan menurut konstitusi negara, dalam ketidakhadiran, pelarian, atau kematian presiden, wakil presiden pertama menjadi pejabat presiden yang bertindak.

Duta Besar juga menggarisbawahi negosiasi pihak-pihak terkait untuk pembentukan pemerintahan yang komprehensif terus berlanjut di Doha. Dan, rakyat Afghanistan sedang menunggu hasilnya.

Agbar mengungkapkan harapannya bahwa masyarakat internasional akan membantu membangun perdamaian dan pemerintahan yang inklusif di Afghanistan.

Di akhir pertemuan, Agbar menginstruksikan staf kedutaan untuk menghapus foto Ghani dan menggantinya dengan foto Saleh.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: