Rabu , September 22 2021

LAMR Bengkalis Kunjungi LAMR Provinsi Riau, Bahas Nasib Penggali Pasir di Rupat

Pertemuan LAMR Kabupaten Bengkalis dengan LAMR Provinsi Riau, Sabtu (21/8/21). Istimewa

PEKANBARU (RiauNews.com)-Nasib penggali pasir laut di pulau Rupat Kabupaten Bengkalis makin tak menentu pasca ditangkapnya salah seorang penggali pasir laut di Pulau Rupat berinisial IS oleh tim Polda Riau pada 14 Agustus 2021 lalu.

Kondisi ini membuat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis perihatin apalagi IS merupakan ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kelurahan Tanjung kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Sabtu (21/8/21) ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis bersama pengurus, berkunjung ke LAMR Provinsi Riau untuk mendiskusikan persoalan tersebut dan diterima langsung oleh Ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Sri Syahril Abu Bakar.

“Tadi kita sudah berdiskusi dengan Datuk Sri Syahril Abu Bakar, mencari solusi terkait nasib para penggali pasir laut termasuk nasib IS yang merupakan ketua MKA LAMR Kelurahan Tanjung Kapal,” jelas ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Sopyan Said, ditemui di Pekanbaru, Sabtu (21/8/21) usai pertemuan dengan LAMR Provinsi Riau.

Dijelaskan Datuk Sopyan, para penggali pasir laut di Pulau Rupat bukan mencari kaya, sebab harga pasir laut yang dijual di Pulau Rupat harganya cukup murah.

” hanya cukup untuk makan dan dijual hanya untuk kebutuhan pembangunan di Pulau Rupat,” ujarnya.

Pasir laut ini jelas Datuk Sopyan merupakan material utama bagi masyarakat Pulau Rupat untuk membangun rumah beton, jika tidak ada penggali pasir laut, tidak akan ada rumah beton permanen berdiri di Pulau Rupat.

Sopyan berharap ada solusi yang adil bagi masyarakat Pulau Rupat yang menggantungkan hidupnya dari hasil menggali pasir laut, apalagi saat ini ekonomi masyarakat Rupat makin memperihatinkan akibat dihantam pandemi Covid 19.

“Menggali pasir ini sudah turun menurun dilakukan oleh sebagian masyarakat Rupat untuk menghidupi keluarga dan saya berharap ada sulosi yang adil bagi masyarakat penggali pasir,” imbuhnya.

Pewarta : Edi Gustien

 

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: