Rabu , Oktober 20 2021

Media Asing Soroti Proyek Jurassic Park di TN Komodo Usai Disentil UNESCO

Meski mendapat sorotan dari UNESCO, pemerintah ngotot meneruskan proyek Jurassic Park di Pulau Komodo. (Foto: Detik)

Jakarta (Riaunews.com) – Sejumlah media asing turut memberitakan soal keputusan pemerintah Indonesia yang melanjutkan proyek ‘Jurassic Park’ di Taman Nasional Komodo meski mendapat peringatan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO).

Dalam pertimbangannya UNESCO menilai proyek itu bakal berdampak negatif terhadap lingkungan.

Agensi berita internasional Reuters dalam laporannya menuliskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan tetap melanjutkan proyek itu meski sudah diperingatkan oleh UNESCO soal dampak lingkungan pada Juli lalu.

CNN dan surat kabar New York Post juga menyoroti proyek “Jurassic Park” yang tetap berjalan walaupun mendapat peringatan.

Kedua media itu juga menuliskan penolakan atas proyek Jurassic Park dari kacamata aktivis lingkungan.

Anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Rima Melani Bilaut, mengatakan proyek tersebut dapat berdampak pada masyarakat setempat serta mengganggu habitat komodo.

“Kami mendesak pemerintah untuk mengembangkan pariwisata yang berbasis rakyat. Ada masyarakat yang tinggal di sana,” katanya.

Media massa Inggris, Independent, memberi judul beritanya, dengan,’Spared no expense: Indonesia says ‘Jurassic Park’ project on track despite Unesco warnings.”

Beberapa media lokal negara lain juga melakukan hal yang sama: menyoroti proyek yang tetap berlangsung meski mendapat peringatan.

Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, mengatakan proyek ‘Jurassic Park’ akan tetap berlanjut.

“Proyek ini akan tetap dilanjutkan. Terbukti tidak berdampak apa-apa,”katanya kepada Reuters, Kamis (5/8) kemarin.

Dalam konferensi Komite Warisan Dunia pada Juli lalu UNESCO menyatakan proyek itu memerlukan penilaian dampak lingkungan baru atas masalah penangkapan ikan ilegal dan potensi risiko terhadap habitat alami komodo.

Pejabat UNESCO menyatakan sudah meminta penilaian terbaru dari pemerintah Indonesia. Namun, hingga kini belum mendapat tanggapan.

Menurut Wiratno penilaian baru sedang disusun dan dapat dikirim pada September mendatang.

Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 3.100 komodo, menurut data pemerintah. Kadal unik itu tumbuh hingga 3 meter dan memiliki lidah bercabang yang berwarna kuning.

Di tahun 2020, pemerintah juga mengatakan sedang membangun tempat wisata premium di pulau itu.

Dalam pernyataan terpisah, Wiratno mengatakan proyek tersebut terutama mencakup pekerjaan renovasi pada struktur yang ada dan tidak menimbulkan bahaya bagi komodo.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: