Sabtu , September 18 2021

Penangkapan Bupati Probolinggo Dilakukan Tim ‘Raja OTT’ Harun Al Rasyid yang Disingkirkan Lewat TWK

Harun Al Rasyid
Penyidik senior KPK Harun Al Rasyid saat tampil di Mata Najwa.

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pimpinan Harun Al Rasyid dikabarkan berada di balik penangkapan Bupati Probolinggo, Jawa Timur,Puput Tantriana Sari dan suaminya yang merupakan anggota DPR Fraksi NasDem Hasan Aminuddin.

“Informasi yang saya terima memang ini adalah hasil kerja keras dari rekan-rekan kami, Penyelidik KPK anggota dari Satgas Penyelidik yang dipimpin Bapak Harun Al Rasyid Sang Raja OTT,” ujar penyelidik KPK nonaktif, Rieswin Rachwell, melalui keterangan tertulis, Senin (30/8/2021).

“Saya bangga dengan rekan-rekan kami yang masih terus berjuang memberantas korupsi dan tetap menjaga integritasnya dalam keadaan seperti ini,” lanjutnya.

Julukan Raja OTT disematkan kepada Harun Al Rasyi pada 2018. Ketika itu, Ketua KPK Firli Bahuri yang saat itu menjabat Deputi Penindakan menjuluki Harun sebagai ‘raja OTT’. Itu disebabkan karena pada tahun tersebut KPK gencar melakukan OTT.

Rieswin mengungkapkan kasus dugaan jual beli jabatan yang menyeret bupati dan suaminya sudah diselidiki jauh sebelum ada Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 tentang penonaktifan pegawai melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Tim penyelidik, lanjut Rieswin, sudah banyak mengumpulkan informasi dan bahan keterangan untuk kasus tersebut.

“Saya tahu betul bagaimana beratnya perjuangan rekan-rekan kami sebagai Penyelidik ketika harus tetap menangani perkara ini dengan SDM yang dari semula 7 orang (termasuk Harun Al Rasyid selaku Kasatgas) yang berkurang menjadi 4 orang saja karena TWK,” tutur Rieswin.

Ia melanjutkan, Harun tetap memberikan arahan dan bimbingan kepada anggota Satgas tersisa meskipun berstatus nonaktif. Menurut dia, hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.

“Kami Penyelidik KPK nonaktif selalu dan akan tetap memberikan dukungan moral dan semangat kepada rekan-rekan Penyelidik KPK yang tetap aktif bertugas dan berjuang memberantas korupsi. Karena bagaimanapun kami adalah Penyelidik KPK yang prihatin dengan kinerja penindakan KPK,” ucap Rieswin.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin ditangkap di kediamannya pada Senin (30/8) dini hari. Kasus yang menyeret keduanya diduga terkait dengan dugaan jual beli jabatan penjabat kepala desa.

“Bupatinya ini ‘boneka’, suaminya yang aktif. Soal kades, ada 252 kades, satu kades temuan awal dimintai Rp20 juta,” ujar sumber CNNIndonesia.com,Senin (30/8).

Saat ini, Tantriana dan Hasan masih menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: