Kamis , September 23 2021

Pengamat Nilai Baliho Puan Ditebar Untuk Menutupi Kepopuleran Ganjar

Baliho Puan Maharani tersebar secara massif di pelosok negeri.

Jakarta (Riaunews.com) – Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menduga promosi Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani via papan iklan atau billboard dan baliho untuk mengunci jatah calon presiden PDIP.

“Baliho itu sebenarnya sekaligus ingin mengunci, menggembok, supaya tidak ada lagi pembicaraan bahwa capres 2024 dari PDIP itu Ganjar Pranowo,” ujar dia, kepada wartawan, Selasa (3/8).

“Jadi baliho yang masif ada di mana-mana, kemudian dipasang oleh semua anggota PDIP itu adalah gembok yang sengaja memang dipasang untuk mengunci suara publik,” lanjutnya.

“Bahwa tak ada lagi pembicaraan capres 2024 selain Puan, capres PDIP ya Puan. Dan itu sangat nyata dan jelas,” ia menambahkan.

Adi juga menilai pemasangan baliho tersebut cukup ampuh untuk menutup peluang Ganjar di internal PDIP.

“Artinya kerja-kerja politik partai itu bekerja untuk Puan bukan untuk Ganjar, karena baliho Ganjar kan tidak ada satupun yang muncul. Secara internal memang cukup ampuh untuk menutup ruang gerak pembicaraan tentang Ganjar yang akan maju dari PDIP. Itu sudah tidak ada lagi,” ujar dia.

Meski demikian, Adi menyebut promosi Puan itu belum tentu bisa mendongkrak elektabilitasnya sebagai calon presiden atau wakil presiden. Pasalnya, promosi lewat media visual hanya berarti popularitas, belum masuk ke tahap tingkat keterpilihan.

“Dalam politik popularitas itu tidak bisa otomatis dikonversi menjadi elektabilitas. Orang populer itu belum tentu dan otomatis akan dipilih, masih ada PR lanjutan,” jelasnya.

Ia pun mempertanyakan kerja politik Puan yang bisa menyentuh langsung masyarakat, terutama terkait pandemi Covid-19.

“Makanya setelah baliho-baliho muncul, mestinya harus dibarengi kerja-kerja politik yang nyata, terutama di masa pandemi semacam ini,” jelas Adi.

Gubernur Jawa Tengah yang juga merupakan kader PDIP Ganjar Pranowo.

 

Dari sejumlah hasil survei, tingkat elektabilitas putri Megawati Soekarnoputri itu memang masih rendah. Misalnya, dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1 April menyatakan jika tingkat elektabilitas Puan masih berada di angka 1,7 persen.

Kemudian, dari hasil survei Charta Politika pada 29 Maret, tingkat elektabilitas Puan 1,2 persen. Bahkan, hasil sigi Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 22 Februari menyatakan bahwa tingkat elektabilitas Puan berada di angka 0,1 persen.

Internal PDIP sempat bergejolak beberapa waktu lalu. Pasalnya, kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak diundang dalam agenda yang dihadiri Puan di Jawa Tengah.

Nama Ganjar memang santer dijagokan sebagai salah satu calon presiden yang bakal diusung PDIP. Terlebih, tingkat elektabilitas dan popularitas Ganjar jauh di atas putri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri itu.

Terkait rumor kompetisinya itu, Ganjar pernah menyebut sangat menghormati Puan karena berjasa besar dalam menjadikannya Gubernur Jawa Tengah pada 2013.

“Mbak Puan lah sebenarnya komandan tempurnya. Itu tidak pernah lupa, saya tidak punya modal saat itu. Maka partai saat itu yang bergerak sehingga saya menang. Inilah cara penghormatan saya terhadap Mbak Puan,” aku dia, beberapa waktu lalu.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: