Rabu , Oktober 20 2021

Polisi Bubarkan Mahasiswa yang Hendak Berdemo Tolak PPKM Pekanbaru

Sejumlah mahasiswa di Pekanbaru batal melakukan aksi penolakan PPKM karena dibubarkan aparat kepolisian. (Foto: Cakaplah)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aparat Polresta Pekanbaru membubarkan mahasiswa yang hendak melakukan aksi demo menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pekanbaru.

Sejumlah mahasiswa yang sudah berkumpul di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) batal melakukan aksi karena dijaga ketat aparat kepolisian.

Kabag Ops Polresta Pekanbaru, Kompol Lilik Surianto mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa bertentangan dan melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Pekanbaru.

“Bukan hanya kegiatan unjuk rasa saja, kegiatan sosial, kegiatan musik dan sebagainya juga selama pemberlakuan PPKM Level 4 ini tidak dibenarkan, karena menyalahi aturan sesuai undang-undang,” Jumat (6/8/2021).

Pantauan di lapangan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru ini dilarang untuk keluar dari lingkungan kampus UMRI.

Sambung Lilik, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa hari ini juga tidak memiliki izin.

“Jika tetap melakukan aksi, tentu kita akan melakukan prosedur-prosedur yang berlaku dan kita bisa membubarkan aksi mereka. Dan kita akan meminta pertanggungjawaban dari penyelenggara atau koordinator dari kegiatan tersebut,” cakapnya.

Ditemui di tempat yang sama Muhammad Zikri, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMRI merasa kecewa lantaran tidak diizinkan oleh kepolisian.

“Saya selaku Sekjen BEM UMRI sangat kecewa terhadap aparat. Kami turun itu bukan karena kami hura-hura saja atau mencari eksistensi, tetapi ini dari keresahan kita bersama. Kami ingin menyampaikan aspirasi anak muda bangsa, mahasiswa, tetapi kami dicekal dan dilarang,” kata Zikri.

Dia mengatakan, rencananya dalam aksi tersebut dia ingin menyampaikan aspirasi mahasiswa mengenai keresahan masyarakat terhadap PPKM Level 4 yang tengah diberlakukan di Kota Pekanbaru.

Zikri menegaskan dalam aksi ini para mahasiswa ingin menyampaikan keresahan para pelajar dan juga masyarakat terkait dengan penerapan PPKM Level IV.

“Bahkan yang sangat fundamental, bahwasanya mereka datang ke kampus kita. Kita belum keluar dari kandang, mereka sudah datang menghadang. Dan mereka bahkan mengancam bahwasanya kampus ini akan menjadi tempat pelanggaran PPKM,” ujarnya.

Kendati tidak turun langsung melakukan aksi kejalanan, para mahasiswa ini berharap pemerintah ataupun DPRD mendengar aspirasi mereka.***

Sumber: Cakaplah

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: