Selasa , Oktober 19 2021

Roy Suryo Kembali Sindir Video Rp11 Triliun Jokowi

Roy Suryo
Roy Suryo

Jakarta (Riaunews.com) – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyindir video pidato Rp11 ribu triliun yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2016 lalu.

Sindiran itu disampaikan dengan mengaitkan polemik sumbangan dana penanganan Covid-19 Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.

Akidi Tio adalah pengusaha yang meninggal dunia dan keluarganya berencana menyumbang Rp2 triliun ke Kapolda Sumsel untuk penanganan Covid-19. Namun hingga hari ini uang itu tak pernah ada.

Dalam unggahan pada akun twitter @KMRTRoySuryo2, Sabtu (7/8/2021), Roy melampirkan video pidato Jokowi yang mengklaim mengantongi data soal jumlah dana/aset warga negara Indonesia (WNI), baik individu maupun perusahaan, yang disimpan di luar negeri dengan jumlah mencapai Rp11 ribu triliun.

Video itu berkaitan upaya pemerintah untuk menarik kembali uang yang dimiliki WNI di luar negeri dalam program Tax Amnesty.

Berita terkait hal itu sebelumnya dimuat di situs Sekretariat Kabinet (Setkab), namun kini tak bisa dibaca karena situs itu masih dalam perbaikan selama seminggu terakhir.

Roy meminta penjelasan lantaran publik menerima informasi yang membingungkan dari pihak pemerintah. Sebab, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan ada disinformasi.

“Kalau memang menurut Kemkominfo ini adalah DISINFORMASI atau HOAX, sebaiknya SetKab yang pernah secara resmi juga menyatakan bahwa hal tersebut “Datanya ADA” memberi Klarifikasi resmi. Tidak asal Hapus Twit begitu saja demi Kejujuran,”cuit Roy pada akun @KMRTRoySuryo2, Sabtu (7/8).

Ia sudah mengizinkan CNNIndonesia.com untuk mengutip cuitan tersebut.

Penjelasan Setkab

Dikonfirmasi terpisah, Deputi Dukungan Kerja Kabinet Setkab, Thanon Aria Dewangga, tidak bisa memberikan penjelasan terhadap berita yang dimuat pada lima tahun silam. Ia mengaku tidak paham terkait topik Rp11 ribu triliun.

“Nah, kebetulan saya baru diminta menjadi Deputi Dukungan Kerja Kabinet dari tahun 2019, jadi saya kurang paham terkait berita 2016,” kata Thanon saat dikonfirmasi, Sabtu (7/8).

Thanon tak ambil pusing terhadap kecurigaan sejumlah pihak yang menduga situs Setkab tak bisa diakses guna menutupi berita Rp11 ribu triliun, yang saat ini menjadi buah bibir.

Ia menegaskan situs tak bisa diakses selama satu pekan ini karena sedang dalam tahap pemulihan imbas upaya peretasan yang terjadi.

“Kalau ada beberapa pengamat atau orang berpendapat bahwa berita ini hilang seperti yang disampaikan pengamat, ya, silakan saja itu hak mereka berpendapat. Tapi, yang jelas dari Setkab situs masih sedang dalam tahap pemulihan terhadap sistem keamanannya agar tidak terjadi peretasan lagi,” imbuhnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: