Jumat , September 17 2021

Ruas PekBang, HK Gandeng Mitra Lokal PT BRA

Jalan Tol
Pembangunan  underpass (perlintasan gajah) Tol Pekanbaru-Dumai tahun lalu. (Foto: MCR)

 

Proyek Tol Trans-Sumatera

Pekanbaru (Riaunews.com)-PT Hutama Karya Indonesia  (HKI) penanggungjawab proyek stategis nasional Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) menggandeng perusahaan lokal Riau yakni PT Bina Rekayasa Anugrah (BRA). Proyek Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), salah satu proyek strategis nasional dengan konektivitas tinggi.  Proeyk JTTS akan menghubungkan Provinsi Lampung ke Aceh melalui 24 ruas jalan berbeda. Jalan tol ini, keseluruhannya mencapai 2.704 km dan akan beroperasi penuh pada 2024.

“Kami dari PT Bina Rekayasa Anugrah (BRA) sangat berterima kasih telah diberikan kesempatan oleh HK dan HKI dalam keterlibatan kami pada JTTS, khususnya ruas PekBang (Pekanbaru-Bangkinang. HKI telah memberi kami arahan, masukan, membimbing agar bisa menyelesaikan pekerjaan tepat mutu dan tepat waktu,” kata Muhammad Anugrah selaku Komisaris Utama PT Bina Rekayasa Anugrah, yang juga kelahiran Pekanbaru, Riau kepada Riaunews kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa proyek Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), salah satu proyek strategis nasional dengan konektivitas tinggi. Pemerintah memberi amanat kepada PT Hutama Karya (HK) untuk membangun dan mengembangkannya.  Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, proyek JTTS dibangun dengan tujuan membuka sentra-sentra ekonomi baru yang dapat terbangun dari kawasan industri serta mampu menjadi akses utama dalam menghubungkan berbagai provinsi di pulau Sumatera.

Menurutnya satu di antara upaya HK dalam melakukan percepatan pembangunan proyek JTTS, adalah turut melibatkan pelaku usaha lokal yang memahami situasi lokasi proyek yang dibangun. Keterlibatan mitra-mitra pendukung PT Hutama Karya (HK) dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tentu adalah pihak yang memiliki komitmen, profesional, dan integritas.

Menanggapi apakah peran SDM lokal cukup signaifikan, Muhammad mengatakan jelas ada. Menurutnya lagi peran serta putra putri terbaik provinsi Riau tergabung dalam penyelesaian ruas jalan tol yang ada di wilayah Provinsi Riau, baik itu pelaksanaan konstruksi di seksi Pekanbaru – Bangkinang dan Bangkinang – Pangkalan, serta pemeliharaan pada ruas yang telah beroperasi seperti ruas Pekanbaru – Dumai cukup signifikan.

Berdayakan Masyarakat Lokal

Sebagai salah satu mitra strategis HK dan HKI yang turut berpartisipasi dalam pembangunan JTTS, khususnya Ruas Pekanbaru-Bangkinang, dalam realisasi pekerjaannya PT BRA memberdayakan hampir 100% masyarakat lokal, mulai dari aktivitas site clearing, Common Borrow Material (CBM), pemadatan, pekerjaan saluran, perkuatan box traffic, pekerjaan jembatan sampai dengan pekerjaan penanaman rumput dan banyak item pekerjaan lainnya.

“Target waktu penyelesaiaan yang ketat menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Belum lagi kondisi cuaca yang tak menentu membuat seluruh tim harus membuat inovasi baru terhadap metodologi pelaksanaan pekerjaan agar rencana dan realisasi pekerjaan tetap tercapai.

Muhammad menjelaskan bahwa PT BRA sebagai perusahaan yang terdiri dari pengusaha dan anggota tim putra-putri daerah Riau berusia +/- 30 tahun, yang memiliki semangat tinggi untuk membangun negeri, dengan pembuktian pekerjaan nyata, mendapatkan peluang pula untuk berpartisipasi secara kompetitif dan transparan pada kesempatan pekerjaan lainnya. Salah satunya di ruas Indrapura – Kisaran dan Proyek Earthwork di Junction Tebing tinggi, Sumatera Utara.

Menurutnya kepercayaan dari HK dan HKi untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut, hal yang positif bagi PT BRA sehingga dapat banyak pengalaman yang berharga, mulai dari aspek pembiayaan dengan dimudahkannya akses terhadap finansial dengan perbankan, dalam hal

ini Bank Mandiri, bermitra dengan perusahaan lain, dan akses kepemilikan alat berat beserta peralatan penunjang lainnya.

Lebih lanjut Komisaris PT BRA ini mengatakan bahwa konsistensi dan komitmen PT BRA dalam penyelesaian pekerjaan tidak lepas dari arahan dan masukan yang terus diberikan HK dan HKI, untuk mencapai target milestone penyelesaian pekerjaan, merupakan kolaborasi teamwork yang memberikan hasil positif untuk kedua belah pihak.

“Pesan penting amanat HKI kepada mitra-nya, untuk selalu memberdayakan masyarakat sekitar dalam setiap kebutuhan sumber daya manusia untuk menunjang kegiatan pelaksanaan konstruksi,” ujarnya. Menurutnya ke depan PT BRA juga mengusulkan kepada PT HKI untuk memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan lokal lainnya yang ada di Sumatera khususnya di wilayah Provinsi Riau.

“Kami berharap agar pengusaha di Sumatera dan provinsi Riau dapat bermitran dan saling bergotong royong untuk menyukseskan proyek-proyek JTTS, khususnya di ruas  jalan tol yang berada di lingkungan Provinsi Riau. Kesempatan yang terbuka ini harus dapat kita manfaatkan tentunya dengan menjunjung tinggi nilai profesionalitas dan integritas, untuk bergotong-royong dalam menyukseskan proyek strategis nasional, agar masyarakat segera dapat merasakan peningkatan manfaat secara ekonomi dan menjamin keberlangsungan tenaga kerja.” ujarnya.***

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: