Kamis , September 23 2021

Sempat Puja-puji Akidi Tio Setinggi Langit dan Sindir Donasi Umat Muslim untuk Palestina, Denny Siregar Kecele

Pegiat media sosial Denny Siregar.

Jakarta (Riaunews.com) – Pegiat Media Sosial Denny Siregar menyadari bahwa sesuatu yang sempat ia berikan pujian setinggi langit kini hanya tipuan semata.

Rencana donasi Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio hanya prank.

Padahal, Denny sudah begitu membanggakan bahkan membuat video khusus untuk membandingkan sumbangan dari warga keturunan itu dengan donasi yang kerap dikumpulkan umat muslim untuk Palestina.

Namun, kini Denny menyadari ia sudah salah langkah.

Di akun Twitternya, Denny Siregar menyebut dirinya rela dibully atas apa yang pernah dia lakukan.

“Hari ini dan seminggu ke depan, gua siap menerima bullyan.. Bullyan.. dimulai,” tulis Denny Siregar, Senin (2/8/2021).

Bahkan, Denny menyebut berencana membuat giveaway berhadiah kaos untuk bullyan terpedas.

“Pengen bikin GA kaos metal, untuk bullyan terpedas,” tulisnya.

Seperti diketahui, sumbangan uang Rp 2 triliun yang diberikan keluarga almarhum Akidi Tio untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, menyedot perhatian luas dari masyarakat.

Masyarakat pun terkagum dengan kemurahan hati dari keluarga mendiang Akidi Tio yang menyerahkan uang tunai yang begitu fantastis jumlahnya.

Namun, setelah publik mempertanyakan, bukan uang Rp2 triliun yang terjawab.

Melainkan,justru berita Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio dijemput polisi di kediamannya.

Ternyata uang Rp2 triliun yang sedianya akan disumbangkan keluarga Akidi Tio hanya isapan jempol.

Sebelumnya, kabar penyerahan sumbangan secara simbolis itu membuat heboh masyarakat.

Bahkan, sejumlah pegiat media sosial menggunakan berita itu untuk menyerang pihak-pihak yang kerap memberikan sumbangan untuk Palestina, dengan membandingkan jumlah yang disumbangkan.

Salah satunya yang dilakukan Denny Siregar.

Denny sebelumnya memuji pengusaha sukses asal Sumatara Selatan, almarhum Akidi Tio yang menyumbangkan hartanya Rp2 triliun untuk penanganan Pandemi Covid-19.

“Kabar dari Sumatera Selatan yang kemarin datang, sebuah keluarga besar almarhum Akidi Tio, pengusaha besar di Sumatera Selatan menyumbang harta mereka Rp2 triliun kepada pemerintah Indonesia untuk penanganan Corona,” ucap Denny Siregar dalam video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (28/7).

Denny menyebut hal itu sebagai sesuatu yang fantastis.

“Fantastis, luar biasa. Hanya itu yang bisa saya katakan. Rp2 triliun itu bukan jumlah yang sedikit loh. Itu sangat besar,” tambahnya.

Denny pun menyoroti penyerahan simbolis bantuan Rp2 triliun itu dilakukan secara sederhana dan hanya dilakukan di depan media.

Bantuan itu diterima oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri.

Denny menyebut, seremonial sederhana di depan media bukan untuk semata pamer.

“Saya rasa gak. Itu hanya supaya masyarakat tahu jumlah sumbangan yang diberikan supaya tidak dikorupsi kalau diserahkan diam-diam,” ucap Denny.

“Kalau mau sombong, seharusnya keluarga Akidi Tio pamer mobil mewah seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang ‘mengaku’ kaya dan butuh pengakuan dari orang lain kalau dia kaya,” kata Denny.

“Bedanya, almarhum Bapak Akidi Tio itu bahkan saya searching namanya di Google itu gak ada berita tentang beliau. Saya hanya tahu kalau beliau adalah pengusaha sukses asal Aceh. Selebihnya sama sekali gak ada pemberitaan tentang dirinya,” jelas Denny.

Itu menunjukkan bahwa Akidi Tio sangat humble, tidak ingin diketahui orang banyak, apalagi memamerkan harta bendanya ke publik yang mengakibatkan kecemburuan sosial semakin besar.

“Yang saya kagum lagi meski terlihat dari foto almarhum bahwa beliau beretnis Tionghoa tetapi rasa cintanya kepada Indonesia sungguh luar biasa,” bebernya.

“Almarhum bisa saja mengembangkan dananya ke luar negeri, tempat kelahiran nenek moyangnya. Tapi enggak. Dia malah menyumbangkan harta yang besar itu untuk membantu pemerintah Indonesia yang sedang kewalahan menghadapi pandemi ini,” tambah Denny.

Menurut Denny, sebenarnya banyak sekali etnis Tionghoa di Indonesia ini yang menyumbangkan hartanya di saat ada musibah.

Ia mengatakan, ada gabungan pengusaha peduli NKRI yang menggalang dana sampai total Rp600 miliar rupiah untuk berbagi kepada mereka yang terdampak secara ekonomi di saat pandemi.

“Mengagumkan. Saya harus tepuk tangan untuk mereka. Dengan tidak ada niatan untuk membanding-bandingkan total jumlah sumbangan,” ujar Denny.

Di sisi lain, Denny juga sempat menyindir penggalangan dana Palestina yang sering dilakukan oleh warga Indonesia.

“Saya sendiri masih sedih ketika banyak orang yang mengaku dirinya pribumi, beragama muslim, masih sibuk mengumpulkan donasi bukan untuk saudaranya sendiri tapi malah buat orang luar negeri,” sindir Denny.

“Dan narasinya itu loh, masih agama, seolah-olah yang berhak dapat bantuan harus satu agama dan itu mereka banggakan pula,” bebernya.

“Kenapa kemanusiaan itu harus ada agamanya? Bukankah seharusnya kemanusiaan itu menembus sekat-sekat etinis, ras dan agama? Karena kemanusiaan adalah hal yang tertinggi dari itu semua,” tandas Denny Siregar.***

Sumber: Tribunnews

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: