Sabtu , September 18 2021

Sugeng: Peternakan Sapi Bisa Tingkatkan PAD

Anggota komisi III Sugeng Pranoto SSos

PEKANBARU (RiauNews.com)-Komisi III DPRD Riau pada Jumat (13/8/21) lalu menggelar kunjungan observasi ke Payah Kumbuh, Kabupaten Lima Puluh Koto Provinsi Sumbar.

Dalam kesempatan tersebut rombongan komisi III berkunjung ke Padang Mengatas untuk melihat kompleks peternakan sapi terbesar di Asia Tenggar  yang berada di kaki Gunung Sago, Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Ada 1200 ekor sapi yang diternakan di sana. Sapi ini berasal dari luar negeri seperti Canada, Belgia dan Australia, dengan jenis, Brahman, Limosin, Belgian blu dan Simental,” jelas anggota komisi III DPRD Riau, Sugeng Pranoto SSos, Kamis (26/8/21), ditemui di DPRD Riau.

Dikatakan politisi PDIP ini dari peternakan ini mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Lima Puluh Koto,” Peternakan ini mampu memberikan PAD sekitar Rp2 miliar, bagi Pemkab Lima Puluh Koto,” ujarnya.

Untuk itu Sugeng berharap Pemprov Riau bisa mengadopsi program sapi ini sehingga mampu meningkatkan PAD bagi Pemprov Riau selain itu juga dapat menyerap tenaga kerja,” Kalau untuk lokasi peternakan saya rasa di Riau tidak ada masalah, cuman pola pengembangbiakkan yang selama ini dilakukan perlu dirubah,” terangnya.

Di Padang Mengatas tersebut kata Sugeng sapi-sapinya tahan terhadap penyakit, ada ilmunya yakni sapi betina dikawinkan dari sapi yang berasal dari wilayah lainnya.

“Anak yang dihasilkan sapi betina nantinya akan tahan terhadap penyakit. Beda sama kita di Riau, sapinya dikawinkan dengan satu kawanan, hasilnya bisa kita lihat di Rohul ratusan ekor sapi mati karena tidak tahan dengan wabah penyakit,” terangnya.

Sementara sistim peternakan sapi di Payakumbuh tambah Sugeng, bukan dikandangkan, melainkan dibiarkan di suatu kawasan padang rumput sebanyak 1.200 ekor.

Pewarta : Edi Gustien

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: