Sabtu , September 18 2021

Taliban Berkuasa, Ratusan Pengungsi Afghanistan di Pakistan Ingin Pulang

Taliban menuntut pengalihan kekuasaan secara penuh dari pemerintah Afghanistan setelah mengepung Ibu Kota Kabul. (Foto: AP via CNN Indonesia)

Jakarta (Riaunews.com) – Di saat banyak orang berbondong-bondong meninggalkan Afghanistan, sekitar 200 pengungsi Afghanistan di Pakistan ingin kembali ke tanah air mereka.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (25/8/2021), khawatir akan kembalinya periode kekuasaan keras setelah pengambilalihan oleh Taliban menyusul penarikan pasukan Amerika Serikat, ribuan orang berusaha mati-matian untuk melarikan diri dari Afghanistan. Potret kekacauan pun telah muncul dari bandara Kabul.

Namun, sejumlah keluarga pengungsi Afghanistan ingin pulang ke tanah air mereka, dengan mengatakan Taliban akan membawa stabilitas ke negara yang dilanda perang itu.

“Kami berimigrasi dari Afghanistan selama pengeboman dan kesulitan, ketika umat Islam dalam kesulitan, sekarang, Alhamdulillah, situasinya normal, jadi kami ingin kembali ke Afghanistan,” kata Molavi Shaib kepada AFP sambil menunggu di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Di kawasan pegunungan perbatasan yang memisahkan Spin Boldak, Afghanistan dari Chaman di barat daya Pakistan, ribuan orang melintasi jalur perdagangan itu setiap hari.

Ketika banyak orang mencoba melarikan diri dari kekuasaan Taliban, Pakistan telah meningkatkan keamanan di perbatasan tersebut, membuat prosesnya lebih ketat.

“Orang-orang ingin kembali tetapi mereka tidak diizinkan untuk menyeberang, kami meminta pemerintah Pakistan untuk mengizinkan kami melintasi perbatasan karena tidak ada perang, dan perdamaian telah tercipta,” kata Muhammad Nabi.

Nabi mengatakan kepada AFP bahwa dia yakin berakhirnya konflik akan membawa masa depan yang lebih cerah.

“Kami bermigrasi ke sini ke Pakistan karena perang yang sedang berlangsung di Afghanistan, sekarang perdamaian telah terjalin,” katanya.

Mereka yang pulang mengatakan mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik di Afghanistan.

“Saya kembali ke Ghazni, sekarang perdamaian telah terjalin dan kami senang bahwa kami kembali ke rumah kami. Jauh lebih baik untuk kembali dan menetap di sana,” ujar Wali Ur Rahman kepada AFP.

Pakistan telah menampung lebih dari dua juta pengungsi Afghanistan sejak gelombang pertama perang pecah di Afghanistan lebih dari 40 tahun yang lalu. Negara itu mengatakan tidak dalam posisi untuk menerima pengungsi Afghanistan lagi.

Para pengungsi Afghanistan di Pakistan telah lama mengeluh tentang perasaan tidak diinginkan dengan sedikit akses ke pekerjaan dan hak kewarganegaraan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: