Rabu , Oktober 20 2021

Taman Nasional Komodo Terbakar, Aktivis Minta Diusut Tuntas

Taman Nasional Komodo di NTT terbakar.

Kupang (Riaunews.com) – Kebakaran padang savana di Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (7/8) lalu, diduga kuat karena cuaca panas dan kondisi padang rumput yang gersang. Petugas Balai Taman Nasional Komodo saat ini masih menyelidiki penyebab utama kebakaran savana di Laju Pemali tersebut.

“Peristiwa ini diduga kuat disebabkan oleh faktor alam karena kondisi cuaca di tempat kejadian perkara sangat panas dan gersang,” tulis keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno, Selasa (10/8/2021).

Balai TN Komodo menemukan tiga titik lokasi yang mengalami kebakaran. Insiden ini mulanya didapati oleh warga Labuan Bajo pukul 13.00 Wita, Sabtu (7/8). Warga melihat ada kepulan asap dan segera melaporkan ke Balai TN Komodo.

Tim dari Balai TN Komodo kemudian mendatangi lokasi bersama 18 orang relawan dan berupaya memadamkan api di tiga lokasi tersebut pukul 16.00 Wita. Api di titik kebakaran di bagian selatan dan utara baru padam pukul 00.05 Wita.

Sementara di bagian tengah api masih menyala, sehingga diterjunkan tim gabungan tambahan yang terdiri dari 55 orang. Api baru padam pukul 05.00 Wita dan tim baru bisa menyisir tempat kejadian perkara pukul 07.00 Wita.

Minta Diusut Tuntas

Secara terpisah, koalisi Kawan Baik Komodo meminta insiden kebakaran di TN Komodo diusut tuntas mengingat lokasi tersebut merupakan Situs Warisan Dunia. Mereka menilai penanganan kebakaran yang dilakukan tim di wilayah tersebut tidak baik.

“Publik perlu mengawasi proses penyelidikannya. Kami mengusulkan Kepala Balai TN Komodo diaudit/diperiksa: baik proses kerja sebelum kejadian maupun pd saat penanganan kebakaran,” tulis cuitan di akun Twitter @KawanBaikKomodo.

Sejumlah hal yang menjadi sorotan Kawan Baik Komodo adalah kesigapan tim pemadam kebakaran. Tim baru datang ke lokasi kebakaran tiga jam setelah menerima informasi kebakaran dari warga.

Mereka pun mempertanyakan tidak adanya petugas di Pos Jaga Loh Wenci untuk mengawasi situasi di wilayah tersebut. Kawan Baik Komodo juga mengkritik lamanya kedatangan bantuan tambahan tim pemadam.

“Dalam foto di website KSDAE, terlihat petugas memadamkan api dengan peralatan seadanya. Apkh BTNK tidak memiliki perlengkapan standard? Ini aneh, karena sejak meningkatnya industri turisme, kebakaran di TNK makin sering terjadi. Thn 2018, api disulut oleh turis domestik,” tutur mereka.

Mereka juga mengkritik Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem yang telah menyimpulkan kebakaran dipicu cuaca panas. Menurut mereka, saat ini memang sudah masuk musim panas di wilayah NTT. Namun, mereka meminta pihak terkait mengusut sumber api pertama dalam insiden kebakaran tersebut.

“Website Dirjen KSDAE @KementerianLHK ini menyebut luas kebakaran 10 hektar; media-media melaporkan mencapai ratusan hektar. Perlu disampaikan secara terbuka luas kebakaran sebenarnya; dan satwa apa saja yg hidup di kawasan itu!” tulis @KawanBaikKomodo.***

 

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: