Selasa , September 21 2021

Telinga yang Ditutup Allah Saat Tertidur

(ilustrasi tidur)

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah

Membaca ayat ini semakin menambah cinta kepada-Nya. Salah satu ayat yang menceritakan kuasa Allah saat ditutupnya telinga pemuda ashabul kahfi. Setelah ditutup itu mereka tertidur selama 309 tahun.

Begitulah cara Allah untuk membuat para pemuda yang sedang resah dan galau karena ancaman raja yang zalim. Raja yang memaksa mereka menyembah berhala. Raja yang mengejar dan menutup pintu gua agar mereka mati di dalamnya.

Karena resah dan galau itu mereka tidak bisa tidur. Saat kita pun tak bisa tidur sebaiknya berdoa sebagaimana pemuda ashabul kahfi ini. Allah akhirnya menerima doa mereka dan menidurkan mereka hingga tiga abad lebih sembilan tahun. Hal yang dilakukan Allah adalah menutup telinga mereka. Allah pun mengabarkannya di dalam ayat Cinta-Nya. Inilah ayat yang dimaksudkan oleh QS. Al-Kahf Ayat 11 itu.

فَضَرَبۡنَا عَلٰٓى اٰذَانِهِمۡ فِى الۡـكَهۡفِ سِنِيۡنَ عَدَدًا ۙ‏

Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun.

Maka Allah, mengabulkan doa mereka. Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, agar mereka tidak dapat mendengar suara. Maka mereka tertidur lelap di dalam gua itu selama beberapa tahun, yaitu sekitar tiga ratus tahun seperti yang akan disebutkan pada ayat 25 surat ini.

Allah mengabulkan doa para pemuda itu dengan menutup penglihatan dan pendengaran mereka. Akibatnya mereka tidur nyenyak dan tidak ada suara yang akan membangunkan mereka dari tidur di dalam gua itu selama ratusan tahun.

Sangat besar rahmat Allah yang diberikan kepada mereka. Tidak mudah bagi seseorang untuk tidur, di waktu jiwanya sedang gelisah dan takut. Dengan tidur, seseorang mendapatkan ketenteraman hati.

Dalam ayat ini dikatakan “menutup telinga” karena telinga itulah tempat masuknya suara yang menjadi sebab bangunnya seseorang dari tidur. Seseorang dapat dikatakan tidur, bilamana telinganya tidak mendengar sesuatu lagi. Saya tercekat disini, hebat bukan cara Allah.Keren bukan?

Mari kita lihat lagi ayat Allah tentang telinga atau pendengaran.Saat Allah mengeluarkan kita dari perut ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kita pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS an-Nahl [16]: 78).

Ketika manusia lahir, indra yang pertama berfungsi adalah pendengaran. Pada saat sakaratul maut, indra yang terakhir masih berfungsi juga pendengaran. Itulah keistimewaan indra pendengaran.

Selain pendengaran, Allah SWT memberikan karunia nikmat penglihatan dan hati, semuanya harus disyukuri. Orang yang beriman mempunyai komitmen untuk lebih dahulu mendengar, kemudian diikuti dengan ketaatan kepada Allah Swt. Sesuai dengan ayat berikut,

”Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari tuhannya. Demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasulrasul- Nya. (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya, dan mereka mengatakan: Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa): Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS al-Baqarah 285).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam fenomena kehidupan, kebanyakan manusia lebih cenderung untuk berkata daripada mendengarkan.

Hendaknya kita berpikir dahulu dengan baik sebelum berkata agar bicara kita bermanfaat. Hindari berkata yang mudharat dan sia-sia. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam, sesuai hadis di atas. “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS al-A’raf : 204).

Dengan mendengarkan ayat Alquran, Allah Swt akan memberikan rahmat-Nya. Selain itu, orang yang beriman. Jika mendengar nama Allah disebut akan gemetar hatinya dan imannya makin meningkat dengan mendengar ayat-ayat-Nya.

Sebagaimana diterangkan pada ayat berikut. “Sesungguhnya, orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya apabila dan dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” (QS al-Anfal 2).

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS al-A’raf : 179).

Nabi kemudian menyatakan bahwa diwajibkan untuk bersholawat.

Kemudian, bershalawatlah kalian kepadaku. Karena siapa saja yang bershalawat kepadaku satu kali shalawat, Allah pasti memberikan kesejahteraan kepadanya sepuluh kali lipat.

Saat telinga mendengar azan , kemudian berdoalah. Mintakanlah kepada Allah wasilah untuk nabi karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba Allah, dan nabi berharap nabilah hamba Allah itu. Kata Nabi, Barangsiapa yang memintakan untukku wasilah, ia pasti mendapatkan syafa’at.” (HR Bukhari dan Muslim)

Itulah maksud dari ayat-ayat Allah yang terkait dengan telinga. Telinga sangat penting diberikan manusia sebagai tempat masuknya informasi terkait akidah dan ajaran islam.

Saat Allah ingin menidurkan seorang hamba, ditutuplah telinga itu sampai waktu bangun yang dikehendaki atau tidak bangun sama sekali.

Maha benar Allah atas segala firmannya.

Wallahu a’lam bish-showaab***

 

Penulis seorang Guru dan Pegiat Literasi Islam

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: