Selasa , Oktober 19 2021

Tidak Punya Sense of Crisis: 2 Milyar Hanya Untuk Cat Pesawat

Pesawat Kepresidenan RI sekarang warnanya berubah menjadi merah-putih dari sebelumnya biru langit.

Oleh : Alfiah, S.Si

Hati siapa yang tidak hancur berkeping-keping di saat sulitnya hidup karena pandemi, justru 2 milyar digelontorkan hanya untuk urusan cat pesawat presiden.

Berbagai kritikanpun dilontarkan oleh berbagai kalangan. Banyak komentar-komentar miring terkait pengeluaran anggaran yang tidak urgen di masa pandemi.

Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai di masa sulit seperti ini pemerintah seolah tidak tahu skala prioritas. Padahal semua sepakat bahwa saat ini seharusnya perhatian sepenuhnya pada penanganan Covid-19. Termasuk alokasi anggaran semuanya harusnya diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon pun turut memberikan kritik pedas terkait pengecatan ulang pesawat itu. Anggota DPR RI itu pun menyebutkan jika pengecatan ulang pesawat itu, mengkonfirmasi bahwa pemerintah tidak memiliki sense of crisis di tengah pandemi Covid-19. Fadli Zon pun menggambarkan berapa ambulans yang bisa didapatkan dengan uang sebesar Rp 2 miliar tersebut.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief menjelaskan, warna terdahulu pesawat dengan putih biru bukan sekadar memilih warna. Bahkan, desain dan warna yang dipakai kala itu adalah karya seorang mayor desainer di TNI AU. “Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang,” terangnya.

Sungguh, keteladanan pemimpin saat ini sangat jauh dari apa yang telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA.

Saat itu Jazirah Arab mengalami masa paceklik, banyak dari penduduk yang sakit dan meninggal.

Dalam keadaan seperti itu, Khalifah Umar tidak mau terlihat istimewa atau mengistimewakan diri. Bahkan beliau bersumpah tidak akan makan daging dan hanya mencukupkan diri dengan memakan minyak zaitun dan roti.

Umar RA berkata : “Bagaimana saya akan dapat memerhatikan keadaan rakyat jika saya tidak ikut merasakan apa yang mereka rasakan.”

Bahkan ketika Persia dan Romawi berhasil ditaklukkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, beliau tak memiliki Istana layaknya raja. Justru dengan nyaman dia tertidur di bawah pohon kurma tanpa pengawalan. Khalifah Umar ra. tak khawatir akan keselamatan jiwanya, karena rakyatnya merasakan keadilannya.

2 Miliar hanya untuk urusan cat pesawat presiden dimasa pandemi? Sungguh terlalu….***

Penulis merupakan pemerhati masalah pendidikan dan sosial

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: