Sabtu , September 18 2021

Warga Gerebek Kosan Mewah yang Jadi Sarang Mesum Para Muda-mudi

(ilustrasi)

Semarang (Riaunews.com) – Warga di kawasan Kampung Menjangan, Palebon, Pedurungan, Kota Semarang merasa geram lantaran ada satu rumah mewah yang dialihfungsikan sebagai Kos-kosan lalu dijadikan tempat mesum pasangan muda-mudi.

Menurut keterangan para warga, praktik mesum tersebut terjadi hampir dua bulan terakhir.

Di tengah penerapan PPKM, pengelola kos mewah tersebut dengan terang-terangan membuka layanan kamar kos murah secara short time.

Bahkan layanan tersebut diposting di sejumlah grup facebook info kamar kos murah di Kota Semarang.

Menurut keterangan para warga, praktik mesum tersebut terjadi hampir dua bulan terakhir. Di tengah penerapan PPKM, pengelola kos mewah tersebut dengan terang-terangan membuka layanan kamar kos murah secara short time.

“Iya sempat posting di Facebook, 2 Jam harga Rp70 ribu sampai Rp100 ribu. Melihat harga murah dari kamar kos tersebut tentu kos laris manis. Namanya tempat kosnya Anugrah,” terang Ketua RT 5 RW 4 Noviar Yudho Prasetyo, Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, para warga sekitar kos sering melihat pasangan anak muda keluar masuk kawasan kos tersebut.

Aktivitas itu tampak dari pagi, siang, sore hingga malam.

“Paling ramai malam minggu, banyak pasangan mondar-mandir di kawasan kos itu,” paparnya.

Ia menjelaskan, kecurigaan warga terbukti benar ketika melakukan penggerebakan.

Warga mendapati satu pasangan bukan suami istri di satu kamar. Awalnya mereka tak mau membuka pintu kamar mereka selepas dipaksa mereka akhirnya terpaksa membuka pintu.

Selepas ditanya mereka beralibi sebagai pasangan tunangan yang hendak menikah. “Kami tak percaya begitu saja, kami cek KTP ternyata si pria sudah menikah si wanita masih lajang. Ini kan aneh, kami tanya mereka ngaku nyewa Rp100 ribu selama dua jam,” bebernya.

Tak hanya soal kamar kos mewah untuk mesum, lanjut dia, kegeraman warga juga dipicu oleh hal lainnya.

Di antaranya, warga geram lantaran pengelola kos bertindak arogan seperti menghidupkan suara sound musik dengan kencang, mabuk-mabukan, dan banyak wanita berpakaian seronok berada di kawasan kos itu.

Warga juga tak bertindak gegabah, mereka sebelumnya mencoba melakukan komunikasi dengan pengelola melalui undangan resmi Kelurahan Palebon namun tak hadir pada Jumat (6/8/2021).

Setelah tak hadir dari undangan Lurah Palebon itu, tak disangka pengelola malah menantang warga dengan bleyer-bleyer motor knalpot brong. Hal itu tak pelak bikin warga kian geram dan memutuskan untuk bertindak tegas.

“Kami akhirnya memilih gerebek kos mewah tersebut bersama puluhan warga dan langsung menutupnya pada Senin (9/8/2021) malam,” terangnya.

Dia mengaku, ketika penggerebekan banyak warga yang sudah emosi. Beruntung pihak ke polisi dan TNI terjun ke lokasi.

Bahkan warga sempat berteriak-teriak hendak membakar kos tersebut.

Sementara, menurut pemilik kos Anugerah, Oshel, mengaku kecolongan atas tindakan anak buahnya yang dipasrahi mengelola rumah kos.

Imbasnya, kini kos miliknya ditutup warga.

“Aset saya dimanfaatkan oleh tiga anak buah yang saya pekerjakan sebagai pengelola.

Mereka memanfaatkan aset demi keuntungan pribadi mereka,” ujarnya selepas melakukan mediasi dengan warga di kantor Kelurahan Palebon, Rabu (18/8/2021).

Ia mengatakan, anak buahnya leluasa memanfaatkan asetnya lantaran jarak. Meski ber-KTP Semarang, tiap hari bekerja dan tinggal di Jakarta.

Ketika berkunjung ke kos miliknya juga hanya sebentar yakni 2 sampai 3 jam habis itu ke rumah orangtuanya.

Sebenarnya ia juga sempat curiga ulah anak buahnya sehingga hendak memasang perangkat CCTV dua bulan lalu.

Namun tertunda karena terkena Covid-19 varian Delta memaksanya untuk melakukan isolasi mandiri selama satu bulan.

Selepas isolasi, ia baru memasang kamera CCTV tersebut sebulan terakhir.

Tak kalah akal, ternyata kamera itu sering mati terutama pada malam hari hingga pagi hari. Diduga dimatikan anak buahnya.

“Saya akui terlalu memasrahkan kos ke mereka. Saya sudah pecat mereka semua lantaran sudah merugikan materiil maupun non materiil,” katanya.

Ia menjelaskan, sudah bertemu warga dan mengapresiasi warga yang sudah berkenan mediasi.

“Saya luangkan waktu dari Jakarta untuk pertemuan ini karena keluhan dari warga selama ini tak sampai ke saya, jadi keluhan warga hanya sampai ke pengelola,” tuturnya.

Sebelumnya, warga di kawasan Kampung Menjangan, Palebon, Pedurungan, merasa geram.

Pasalnya ada satu rumah mewah yang difungsikan sebagai Kos-kosan dijadikan tempat mesum pasangan muda-mudi.***

Sumber: Tribunnews

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: