Kamis , September 23 2021

Jubir Taliban Ejek AS karena Gagal Menangkapnya Selama 20 Tahun

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid. (Foto: AP via CNN)

Kabul (Riaunews.com) – Salah satu juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengolok-olok Amerika Serikat karena tak bisa menangkapnya selama 20 tahun pendudukan negara itu di Afghanistan.

Mujahid menuturkan selama ini banyak orang, termasuk pihak AS, menganggapnya sebagai sosok “seperti hantu” lantaran tidak pernah terlihat batang hidungnya di publik.

“Mereka (Pasukan AS dan Afghanistan) dulu mengira saya tidak ada,” kata Mujahid kepada surat kabar Pakistan Express Tribune.

“Saya berkali-kali melarikan diri dari serangan dan upaya mereka untuk menangkap saya sehingga mereka menganggap serius bahwa ‘Zabihullah’ adalah sosok yang dibuat-buat, bukan orang yang benar-benar nyata,” paparnya menambahkan, sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Mujahid menuturkan pasukan AS sampai rela membayar warga lokal yang memiliki informasi tentang keberadaan dirinya hingga dapat menangkapnya.

Mujahid menuturkan ia masih bisa bepergian dengan bebas meski pasukan AS memburunya selama invasi di Afghanistan berlangsung.

Ia mengatakan tidak pernah terbesit untuk lari dari Afghanistan meski menjadi buronan Amerika.

Persepsi orang bahwa sosoknya tidak nyata, kata Mujahid, membantu dirinya hidup bebas meski tengah menjadi salah satu anggota Taliban yang paling dicari pasukan asing.

“Saya tinggal di Kabul untuk waktu yang lama, tepat ‘di bawah hidung semua orang’. Saya menjelajahi luasnya negara Afghanistan. Saya juga berhasil mendapatkan akses langsung ke garis depan, tempat Taliban melakukan aksinya, dan informasi terkini. Itu cukup membingungkan bagi musuh kami,” kata Mujahid seperti dilansir The Independent.

Mujahid kerap beroperasi di balik layar selama bertahun-tahun. Wartawan pun selama ini hanya berkomunikasi dengan Mujahid yang menjadi salah satu corong utama Taliban, melalui saluran telepon.

Mujahid tidak pernah terlihat di publik. Untuk pertama kalinya, Mujahid menggelar konferensi pers tatap muka dengan wartawan tak lama setelah Taliban mengklaim berkuasa lagi di Afghanistan pada 15 Agustus lalu.

Mujahid untuk pertama kalinya muncul di hadapan media dalam konferensi pers tersebut dan mengejutkan banyak pihak, terutama bagi yang selama ini kerap berkomunikasi dengannya.

Beberapa wartawan, seperti reporter New York Times, Sharif Hassan, mengaku familiar dengan suara Mujahid. Namun, selama ini mereka tidak pernah melihat sosok Mujahid.

“Foto Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, yang lebih responsif dan aktif daripada seluruh tim juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani-selama lebih dari satu dekade. Saya telah berkomunikasi dengannya via telepon dan pesan singkat, tapi ini pertama kalinya saya melihat wajahnya,” kata Hassan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: