Kamis , September 23 2021

Kayu di Kebun K2i di Sepahat Bengkalis Dijual KSBB ke Perusahaan Kertas

Ilustrasi

PEKANBARU (RiauNews.com)-Kebun kelapa sawit program mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal atau dikenal dengan kebun K2i, di desa Sepahat Kabupaten Bengkalis dikatakan gagal, pasalnya kebun yang dibangun dengan dana APBD Provinsi Riau tersebut beberapa kali mengalami kebakaran.

Mirisnya lagi lahan kebun seluas 1000 hektar lebih dikuasai kini dikuasai oleh Koperasi Sepahat Berkah Bersama (KSBB) dan menjual kayu akasia serta kayu yang tumbuh liar lainnya ke salah satu perusahaan bubur kertas dan kertas yang ada di Riau.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh Kadisbun Bengkalis Azmir menurutnya lahan tersebut milik Pemkab Bengkalis apapun aktifitas diatasnya harus seizin Pemkab Bengkalis.

” Kalau tanpa ada izin itu perbuatan melanggar hukum namanya,” kata Azmi dihubungi melalui Whattshap, Kamis (9/9/21).

Diceritakan Azmir, kebun k2i merupakan program Pemprov Riau bekerjasama dengan Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau yang membangunnya, Pemkab Bengkalis yang menyediakan lahannya.

Terkait aktifitas KSBB menebangi kayu yang tumbuh diatas lahan k2i, Azmi mengaku belum mengetahuinya, namun dia akan menulusuri informasi tersebut,” Nanti saya telusuri informasi tersebut,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Koperasi KSBB, Habibi mengakui pihaknya yang melakukan penebangan kayu-kayu yang tumbuh liar diatas kebun k2i tersebut namun dia membantah jika perbuatan tersebut tindakan ilegal.

“Mana berani kita menebang pohon tanpa ada izin,” katanya.

Dikatakannya lahan tersebut awalnya memang diperuntukkan untuk kebun k2i, namun sawit yang ada diatas lahan tersebut mati akibat terbakar. Beberapa tahun kemudian tumbuh pohon-pohon liar lalu timbul pemikiran dari masyarakat kayunya dijual.

“Untuk itu koperasi mengurusi segala perizinan yang dibutuhkan mulai dari DLHK Provinsi Riau Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Kementerian LHK,

” Dokumen-dokumen yang kita miliki lengkap, kita bayar PSDH dan DR, nanti saya tunjukkan,” ujarnya.

Ditanya berapa banyak kayu yang telah dijual, Habibi tidak mau mengungkapnya,” Tak banyak, sekarangpun sudah habis,” imbuhnya.

Pewarta : Edi Gustien

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: