Sabtu , September 18 2021

Larang Prajurit Fanatik Berlebihan ke Agama, Letjen Dudung: Semua Agama Benar di Mata Tuhan

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman

Jakarta (Riaunews.com) – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman mengingatkan kepada para prajurit agar menghindari sikap fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama.

“Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” kata Dudung saat melakukan kunjungan ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9/2021) sebagaimana dikutip dari laman resmi Kostrad.

Dudung juga mengingatkan agar para prajurit TNI cermat saat menyikapi pemberitaan yang beredar di media sosial.

Oleh karena itu, dia meminta agar prajurit tidak mengirimkan berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, Dudung juga mengingatkan agar prajurit TNI tidak mudah terprovokasi berita hoaks.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit,” ujar Dudung di depan anggota dan Persit Batalyon Zipur 9 Kostrad.

Lebih lanjut, Mantan Pangdam Jaya ini menekankan agar latihan maupun tradisi dalam membina prajurit yang baru masuk dilakukan dengan profesional dan proporsional.

Ia meminta agar pembinaan itu dilakukan dengan keras sesuai aturan tapi bukan kasar. Sebab, kata Dudung, tujuan dari tradisi dalam satuan TNI adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa.

“Tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan,” tegas Dudung.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga mengimbau kepada para prajurit agar selalu bersyukur apapun pangkat yang didapatkan saat ini. Sebab, semua manusia memiliki masalah masing-masing.

“Sebagai prajurit, kita harus bersyukur dengan kondisi keluarga saat ini masih diberikan kesehatan, bersyukurlah mempunyai istri apapun bentuknya, karena itu semua adalah pilihan kita,” ujar jenderal yang juga pernah menjadi Gubernur Akademi Militer tersebut.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: