Rabu , Oktober 27 2021

Minta Ikut Sidang Majelis Umum PBB, Taliban Tunjuk Dubes Afghanistan Baru

Gerilyawan Taliban menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan tanpa perlawanan berarti dari tentara pemerintah.

New York (Riaunews.com) – Taliban meminta agar dapat mewakili pemerintah Afghanistan di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang kini sedang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Mereka pun menunjuk duta besar baru Afghanistan untuk PBB.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan kepada AFP bahwa Amir Taliban, Khan Muttaqi, menyampaikan permintaan itu melalui surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Dalam surat itu, nama Muttaqi disebut sebagai Menteri Luar Negeri Afghanistan. Ia “meminta berpartisipasi” dalam debat tingkat tinggi.

Surat tersebut bertanggal 20 September, sehari sebelum sesi debat umum dimulai.Muttaqi tak menjabarkan lebih lanjut, ia ingin berbicara langsung di markas PBB atau melalui pesan video seperti yang dilakukan sejumlah pejabat negara lainnya karena pandemi.

Melansir CNN Indonesia, sementara itu, duta besar pemerintahan Afghanistan yang dilengserkan oleh Taliban juga meminta agar dapat ikut serta dalam sesi debat umum.

Kini, PBB pun sedang mempertimbangkan pihak mana yang bakal mereka anggap sebagai perwakilan Afghanistan. Dujarric tak tahu keputusan itu dapat tercapai sebelum sesi debat selesai pada Senin pekan depan atau tidak.

Melalui suratnya, Muttaqi sendiri mengindikasikan bahwa Ghulam Isaczai dari pemerintahan era Ashraf Ghani, tak lagi mewakili Afghanistan di PBB.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Taliban sudah menunjuk salah satu juru bicara mereka, Suhail Shaheen, sebagai perwakilan tetap Afghanistan untuk PBB.

Muttaqi menegaskan, mantan presiden Ashraf Ghani sudah lengser pada 15 Agustus, saat ia melarikan diri dari Afghanistan usai Taliban mengambil alih Istana Kepresidenan.

“Negara-negara dunia tak lagi menganggapnya sebagai presiden,” tulisnya.

Namun, Dujarric mengatakan bahwa Guterres juga menerima surat terpisah dari Isaczai pada 15 September lalu. Surat itu berisi daftar delegasi yang bakal mengikuti sesi debat di sidang Majelis Umum PBB.

Surat itu menyebut Isaczai sebagai perwakilan tetap Afghanistan untuk PBB.

Menurut Dujarric, kini PBB akan menyerahkan permasalahan perebutan perwakilan dari kedua kubu ini ke komite kredensial.

Komite itu beranggotakan Rusia, China, Amerika Serikat, Swedia, Afrika Selatan, Sierra Leone, Chili, Bhutan, dan Bahama.

Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa komite tersebut sebelumnya tak pernah mengambil keputusan langsung terkait sengketa klaim semacam ini.

Mereka biasanya melempar kembali perkara tersebut ke Majelis Umum, yang kemudian bakal menggelar pemungutan suara.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: