Selasa , Oktober 19 2021

Nasib Egy Maulana Vikri di Tangan Tuhan dan Juara Bertahan

Pemain FK Senica, Egy Maulana Vikri.

Jakarta (Riaunews.com) – Egy Maulana Vikri sudah tampil tiga kali bersama FK Senica sehingga terbuka peluang bagi pemain Timnas Indonesia itu punya kesempatan tampil lagi pada laga akhir pekan ini melawan juara bertahan, Slovan Bratislava.

Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Pertandingan FK Senica vs Slovan Bratislava adalah sebuah ikhtiar bagi Egy guna menjejakkan karier lebih panjang di Eropa.

Dilansir CNN Indonesia, setelah menutup buku bersama Lechia Gdansk, karier Egy di Benua Biru sempat berada dalam tanda tanya. Sampai kemudian FK Senica muncul sebagai ‘induk semang’ dari pemain yang pernah masuk dalam daftar 60 pemain muda berpotensi versi sebuah media di Inggris pada 2017.

Sama seperti Lechia mendatangkan Egy, pamor FK Senica pun turut meroket hanya dalam hitungan jam setelah resmi memperkenalkan Egy.

Setelah menngangkat performa klub berjuluk Zahoraci di pentas media sosial, Egy kemudian mengejutkan dengan sebuah assist manis dalam laga debut.

Masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Pohronie, pemain yang dahulu terdaftar di SSB Tasbi itu mengirim umpan silang dari sisi kiri yang dilesakkan rekannya hingga berbuah gol. Bukan gol biasa, karena menjadi pembeda yang membawa FK Senica menang 1-0.

Setelah laga debut yang berdurasi 32 menit, Egy pun kembali dipercaya tampil sebagai pemain pengganti pada laga menghadapi AS Trencin.

Egy tak bisa mengulangi kiriman assist seperti pada laga pertama, tetapi FK Senica yang sempat tertinggal bisa menyamakan kedudukan dan meraih satu poin.

Pelatih Pavel Sustr tampak punya kepercayaan kepada Egy. Dalam ajang piala Slovakia, Egy dapat kesempatan bermain menjadi starter.

Egy lagi-lagi mencetak assist untuk salah satu dari tiga gol FK Senica ke gawang Nafta Gbely. Egy juga tidak diganti di tengah laga dan untuk kali pertama merasakan bermain penuh di ajang sepak bola Eropa.

Tiga kali main, dengan durasi 152 menit bermain, dan dua assist bisa menjadi kunci bagi Egy menembus persaingan starter di FK Senica yang tampak begitu ketat. Terlebih lawan yang akan dihadapi selanjutnya adalah Slovan Bratislava, juara bertahan liga Slovakia yang punya catatan pertemuan dengan klub-klub tenar Eropa di Liga Champions.

“Tetap belajar, kerja keras, dan pantang menyerah,” begitu tulis Egy dalam akun media sosial setelah laga melawan Nafta Gbely. Sekarang, jelang lawan Slovan Bratislava, adalah waktu yang tepat bagi Egy menunjukkan perjuangan mewujudkan kata-kata yang dituliskan tersebut.

Setelah menorehkan menit bermain yang sudah lebih banyak daripada tiga musim bersama Lechia, Egy tak dimungkiri masih harus tetap belajar untuk menjadi pemain yang lebih baik. Kerja keras tanpa kenal pasrah harus dilakukan sebagai pembuktian hingga akhir 2021.

Pasalnya Egy hanya mendapat kontrak enam bulan di FK Senica. Menurut agen Egy, Duzan Bogdanovic, kontrak tersebut akan otomatis diperpanjang satu setengah tahun.

Tak salah bila enam bulan pertama di FK Senica ibarat merupakan masa percobaan. Usai tiga laga awal, pertandingan melawan Slovan Bratislava memainkan peran besar menjadi penentu nasib pemuda yang pernah menyamai catatan Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane dengan membawa pulang penghargaan Jouer Revelation Trophee pada ajang Turnamen Toulon 2017.

Egy masih jauh dari sempurna, bahkan belum bisa dibilang mampu tampil konstan dengan baik dalam tiga laga bersama Senica. Dalam beberapa kesempatan, ada kala di mana Egy yang sudah membuka ruang tidak mendapat suplai bola. Ini menunjukkan masih ada keraguan pada rekan setim, pada kinerja Egy.

Kali lain ketika mendapat bola, Egy juga belum maksimal dalam memanfaatkan peluang. Seperti saat Egy menggiring bola dan melakukan gerakan cutting inside yang berakhir dengan sepakan melenceng dari gawang di laga melawan Nafta Gbely.

Mantan penggawa Timnas Indonesia U-19 itu juga masih kurang cepat melepaskan umpan di area pertahanan lawan, sehingga bola kirimannya bisa diblok kiper atau bek.

Begitu pula akurasi dalam bola mati. Egy yang dipercaya sebagai eksekutor set piece, seakan masih belum menemukan ball feeling atau kepercayaan diri sehingga bola-bola kirimannya dapat diantisipasi lawan.

Tiap kali main, Egy selalu berusaha tampil maksimal. Egy seperti ingin mengatakan bahwa dirinya akan berjuang 100 persen demi tim lewat kegigihannya berduel melawan pemain-pemain yang berpostur lebih besar darinya, atau saat mencoba menghalangi lawan dalam posisi kehilangan bola.

Egy harus meningkatkan level dari sekadar ‘main ngotot’ ke ‘main ngotot’ dengan cerdas dan cerdik. Laga melawan Slovan Bratislava menghadirkan ujian bagi Egy untuk mewujudkan itu.

Egy Maulana Vikri punya peluang bertahan di FK Senica jika bisa tampil bagus dalam laga melawan Slovan Bratislava. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Sebagai langganan juara liga Slovakia, klub berjuluk Belasi atau Tim Biru Langit itu punya kualitas secara individu dan tim. Namun jelas, Egy harus lebih dulu memenangkan persaingan internal sebelum bersaing dengan lawan dalam sebuah pertandingan.

Sekalipun kembali jadi pemain cadangan, maka Egy punya kesempatan menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain sayap yang dicari FK Senica selama ini seperti yang diungkapkan Direktur Klub, Daniel Balga, ketika baru resmi mendatangkan pemain alumni SKO Ragunan itu.

Seandainya mendapat kepercayaan tampil, sebaiknya Egy bermain tenang dan fokus serta tanpa beban agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaik.

Egy berpacu dengan waktu. Kontrak enam bulan hingga akhir 2021 membuatnya harus terus prima dan menunjukkan level permainan yang meningkat. Jika tak mendapat menit bermain melawan Slovan, Egy bisa dibilang kehilangan momen penting dalam kariernya.

Jika Sustr tak memasang Egy hingga peluit panjang dalam laga melawan Slovan berbunyi, dunia belum kiamat. Itu berarti Egy masih belum mencapai level terbaik dalam standar Eropa, yang harus segera diperbaiki dalam waktu singkat agar bisa mendapat menit bermain lagi pada laga selanjutnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: