Rabu , Oktober 20 2021

Orang Munafik Disiksa Dua Kali

Oleh: Alfisyah Ummuarifah

Sungguh kebencian Allah kepada orang munafik itu begitu besar. Mereka sampai akan disiksa dua kali.

Saat kemunafikan mereka terbongkar, mereka akan dihinakan. Lalu saat mereka dicabut nyawanya, mereka akan mendapatkan perlakuan yang kasar dari malaikat. Semua ini menunjukkan bahwa Allah tidak menyukai orang munafik itu. Hal ini Allah ungkapkan dalam QS. At-Taubah Ayat 101 berikut ini.

وَمِمَّنۡ حَوۡلَــكُمۡ مِّنَ الۡاَعۡرَابِ مُنٰفِقُوۡنَ‌‌ ۛؕ وَمِنۡ اَهۡلِ الۡمَدِيۡنَةِ‌ ‌ ‌ؔۛ مَرَدُوۡا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعۡلَمُهُمۡ ‌ؕ نَحۡنُ نَـعۡلَمُهُمۡ‌ ؕ سَنُعَذِّبُهُمۡ مَّرَّتَيۡنِ ثُمَّ يُرَدُّوۡنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيۡمٍ‌

Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

Orang-orang munafik dari kalangan Arab Badui yang tinggal di sekitar Rasulullah, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (Yahudi) ada juga orang-orang munafik. Mereka sudah terbiasa licik dan berdusta, sehingga keterlaluan dan melampaui batas dalam kemunafikannya.

Kata Allah, Engkau wahai Nabi Muhammad tidak mengetahui siapa mereka, karena begitu lihainya dan terlatihnya mereka dengan kemunafikan. tetapi Allah mengetahuinya.

Allah memastikan merekan nanti akan Kami siksa dua kali. Yaitu ketika terbongkarnya kemunafikan mereka, sehingga mereka malu dan terhina. Kedua ketika malaikat mencabut nyawa mereka dengan cara yang sangat kasar, (QS.Al-Anfal ayat 50).

Lalu mereka orang munafik akan dikembalikan kepada azab yang besar kelak di akhirat.

Setelah menyebutkan hal ihwal ketiga macam golongan orang-orang yang betul-betul beriman, yakni sahabat-sahabat Rasulullah Saw. Maka pada ayat ini Allah menyebutkan hal ihwal orang-orang munafik, baik dari kalangan Badui, maupun dari kalangan mereka yang bertempat tinggal di kota Medinah.

Maka nampaklah dua hal yang sangat berlawanan. Seakan-akan Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguh-nya sebagian dari orang-orang Badui yang berdiam di sekitar Medinah adalah orang-orang yang sangat munafik.

Kemunafikan dan kejahatan mereka amat keterlaluan. Bahkan, sebagian dari penduduk kota Madinah pun ada pula yang munafik. Sebab itu berhati-hatilah kamu terhadap mereka.”

Menurut keterangan Al-Bagawi, yang dimaksud dengan “kaum munafik Badui yang tinggal di sekitar kota Madinah” ialah mereka yang berasal dari Bani Muzainah, Bani Juhainah, Bani Asyja, Bani Aslam dan Bani Gifar.

Sedangkan yang dimaksud dengan “kaum munafik dari kalangan penduduk kota Madinah sendiri” ialah orang-orang munafik yang berasal dari Bani Aus dan Khazraj.

Mereka ini sangat keterlaluan, dan sangat pandai menyembunyikan kemunafikannya, sehingga sulit untuk diketahui oleh Rasulullah dan kaum Muslimin umumnya.

Mereka ini tidak dapat diharapkan untuk kembali kepada keimanan yang sesungguhnya. Namun demikian, Allah senantiasa mengetahui kemunafikan mereka, dan Dia akan menimpakan azab kepada mereka dua kali.

Saat mereka di dunia berupa kesengsaraan dan penderitaan batin serta pedihnya kematian.Mereka di akhirat
akan dilemparkan ke dalam azab yang dahsyat, dalam neraka Jahannam yang paling bawah.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kaum munafik terbagi dalam dua kelompok.

Pertama, orang-orang yang dapat diketahui kemunafikan mereka dari sikap, perbuatan, dan ucapan-ucapan mereka. Kedua, mereka yang sangat pandai dalam menyembunyikan kemunafikan, sehingga sukar untuk diketahui.

Kini, kita pun masih bisa menemukan orang munafik itu. Sangat kentara keberadaan mereka di dunia ini hingga hari kiamat. Maka, pesan Allah untuk kita hari ini sangat jelas. Agar kita senantiasa berhati-hati atas tindakan mereka. Sikap abu-abu dan tidak vulgarnya mereka menunjukkan kebencian pada Islam dsn kaum muslimin, akan menjadikan kesulitan bagi kita untuk mengenali mereka. Demikianlah Allah memberikan pengajaran bagi kita, orang-orang yang berakal. Wallahu a’lam bish-showaab.

Medan, 27 September 2021***

 

Pegiat Literasi Islam Kota Medan

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: