Kamis , September 23 2021

Pemprov Sumbar Bangun Rest Area di Kelok 9, Pedagang Mulai Direlokasi

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat meninjau Kelok 9 yang akan dibangun rest area. (Foto: Langgam)

Limapuluh Kota (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) akan melakukan penataan di flyover Kelok 9. Salah satunya dengan membangun rest area di kawasan tersebut.

Hak ini disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat meninjau jalan di Kelok 9, Senin (13/9/2021).

Gubernur mengatakan, penataan Kelok 9 dilakukan karena ketentuan tidak boleh ada kendaraan yang berhenti di sepanjang jalan tersebut.

“Bangunan Kelok 9 merupakan aset negara, menjaga kemanfaatan, keindahan menjadi tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat. Dan bagi Sumbar, Kelok 9 telah menjadi salah satu ikon wisata di kabupaten Limapuluh Kota,” kata Mahyeldi, dilansir Langgam.

Gubernur menyambut baik dan berterima kasih para pedagang mau pindah ke lokasi rest area Kelok 9 yang disiapkan. Sehingga memberikan percepatan penataan dan pengelolaan Kelok 9.

“Kita senang dan bangga para pedagang yang telah memahami tujuan penataan ini. Karena itu akan kita maksimalkan pembangunan rest area serta dibarengi dengan kelengkapan fasilitas wisata,” terang gubernur.

Menurutnya, di kawasan tersebut perlu juga dibangun museum yang berisikan sejarah, aktifitas dan tokoh-tokoh di balik pelaksanaan pembangunan Kelok 9 ini.

Sementara itu Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin mendukung pelaksanaan penataan Kelok 9.

“Mulai kebersihannya sehingga menjadi rapi, sehingga Kelok 9 benar-benar dijadikan ikon untuk Sumatra Barat,” ujarnya.

Kadis pariwisata kabupaten Limapuluh Kota Ningsih menyebut, di rest area nantinya akan disediakan lahan parkir kendaraan para pengunjung.

“Jadi di rest area Kelok 9 itu dibangun dengan berbagai fasilitas, tempat berjualan, parkir, ada tempat beribadah dan lain-lain. Walaupun berjarak lebih kurang 3 kilometer, nantinya akan ada aktivitas pengelolaan transportasi wisata Kelok 9 yang dapat dikelola masyarakat setempat,” katanya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: