Rabu , Oktober 27 2021

Penyerang Ustaz di Batam Mengaku Sebagai Komunis

Petugas kepolisian mengamankan pria yang berupaya menyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago saat sedang berceramah di dalam masjid.

Batam (Riaunews.com) – Insiden penyerangan pada ustaz belakangan ini muncul. Jika di Tangerang, seorang ustaz tewas setelah ditembak seseorang usai shalat maghrib, sementara di Batam, Ustaz Abu Syahid Chaniago diserang saat ceramah di masjid.

Setelah ditangkap dan diperiksa polisi, penyerang Ustaz Chaniago itu nggak banyak kata, cuma bilang ‘saya komunis.

Polisi masih terus mendalami insiden penyerangan pendakwah di Batam itu. Dan, kenapa dia bilang dan ngaku komunis.

Insiden Ustaz Abu Syahid Chaniago diserang orang saat ceramah terjadi pada Senin (20/9/2021). Kini penyerang itu telah diserahkan dan diperiksa oleh penyidik Polres Barelang.

Nah dalam pemeriksaan, penyerang ustaz tersebut nggak banyak bicara. Yang mengejutkan dia bilang adalah komunis.

“Saya komunis,” begitu kata pria penyerang ustaz Abu Syahid di ruang pemeriksaan penyidik Polres Barelang, Senin (20/9), dikutip dari Suara.com.

Untuk mendalami dan membongkar insiden ini, polisi menggali keterangan pula dari korban, Ustaz Abu Syahid Chaniago. Pendakwah itu diperiksa dengan didampingi oleh pengurus Masjid Raya Baitusysyakur, Batam.

Selain itu polisi juga memeriksa dan menggeledah kediaman penyerang Ustaz Chaniago di daerah Jodoh.

Sebelumnya insiden penyerangan Ustaz Chaniago terjadi Senin siang di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh.

Petugas keamanan Masjid, Jafar menuturkan bahwa peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Pada saat itu memang ada pengajian ibu-ibu. Penyerangan terjadi saat Ustad tengah memberikan ceramah,” papar salah satu petugas masjid.

Dari keterangan Jafar, pihak keamanan Masjid mengaku awalnya tidak menduga bahwa pelaku yang merupakan laki-laki tersebut, berniat melakukan penyerangan terhadap Ustad Chaniago.

Di mana saat datang ke area masjid, diketahui bahwa penyerang menggunakan pakaian rapi.

“Pelaku itu rapi saat datang, pakai jaket dan celana panjang. Kemudian dia bahkan sempat saya lihat ke arah area wudhu. Setelah itu saya gak tahu kalau langsung masuk ke dalam,” terangnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: