Selasa , Oktober 19 2021

Politikus PDIP Sebut Film G30S/PKI Mendiskreditkan Seserang dan Tak Original

Politikus PDIP Effendi Simbolon.

Jakarta (Riunews.com) – Film G30S/PKI isinya mendeskreditkan seseorang dan tidak original dalam menyajikan peristiwa sesungguhnya pada 30 September 1965.

“Film pemberontakan yang notabene film itu juga enggak original apa adanya. Memunculkan sosok A dan diskreditkan sosok B,” kata Effendi Simbolon, Senen (28/9/2021) dikutip dari kumparan.

Effendi mengkritik baik sikap ini maupun pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo soal patung diorama tiga jenderal TNI. Ia meminta Gatot untuk tak mengukur komunis atau tidaknya seseorang hanya dari hal-hal kecil.

“Janganlah kalau kita enggak nonton dinilai enggak antikomunis. Mengukur seseorang royal dengan negara itu enggak sepercik nonton film dan mindahin diorama. Mantan Panglima kok gitu,” tandasnya.

Effendi menilai ada muatan politik lebih besar yang berusaha disampaikan Gatot. Di antaranya, menggiring opini masyarakat bahwa pemerintahan Presiden Jokowi pro dengan PKI.

Effendi pun mengajak Gatot untuk memaparkan isu PKI di DPR jika apa yang diungkapkan eks Panglima itu adalah fakta.

“Itu penggiringan saja, ujungnya kan menohok pemerintahan Presiden Jokowi, ‘rezim ini pro komunis’. Kita balikkan, Pak Gatot sampaikan, kalau perlu kami undang ke Komisi I. Beberkan di mana dan siapa, tunjuk saja langsung, sebagai mantan Panglima TNI,” kata Effendi.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: