Selasa , Oktober 19 2021

Benarkan Dugaan Isu TNI Disusupi PKI, Novel Bamukmin: Buktinya Ada yang Bredel Baliho Habib

Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin
Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin

Jakarta (Riaunews.com) – Wasekjen Persaudraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin menuding, diduga memang ada oknum di tubuh TNI yang sengaja ingin menghidupkan kembali PKI.

Sehingga sangat wajar mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebut isu komunis mulai menyusupi TNI.

Salah satu indikasi bahwa tudingan Gatot Nurmantyo itu benar adalah adanya oknum TNI yang disebutnya anti ulama.

“(PKI) Sebagai musuh Islam yang pernah menyusup di tubuh TNI ketika itu, sehingga saat ini bukan tidak mungkin TNI tersusupi lagi karena ada oknum (TNI) yang sudah anti terhadap ulama,” kata Novel kepada PojokSatu.id, Kamis (30/9/2021).

Akan tetapi, anak buah Habib Rizieq Shihab ini tak menyebut identitas oknum TNI yang ia maksud.

Hanya saja, kata Novel, oknum TNI tersebut selama ini sudah memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap ulama.

Novel Bamukmin lantas menyinggung baliho dan spanduk Habib Rizieq yang pernah dibredel oleh oknum TNI itu.

“Ormas paling getol melawan PKI sampai ormas Islam itu disebut (oleh oknum TNI) tidak berhak. bahkan membuat gaduh dengan mengobok- obok ajaran Islam,” ujarnya

Karena itu, penghilangan 3 patung jenderal TNI yang getol menumpas PKI kala itu, kata Novel, semakin jelas kesetian TNI patut dipertanyakan.

“Dengan lenyapnya 3 patung penumpas PKI dengan alasan apapun patut dipertanyakan kesetiannya (TNI) kepada negara,” ujarnya.

Untuk diketahui, Panglima Kostrad Letjen Dudung Abdurrachman sebelumnya menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Saat itu, ia memerintahkan anak buahnya membredel seluruh baliho dan spanduk Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI) di seantero Jakarta.

Aksi tegas Dudung Abdurrachman kala itu mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat dengan mengirimkan karangan bunga.

Karangan bunga itu dipasang berjajar di jalananan sekitar Makodam Jaya.

Terkait 3 patung diorama penumpasan G30S/PKI di Kostrad, Letjen Dudung Abdurrachman menjelaskan, patung dimaksud adalah patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD).

“Patung tersebut dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution (2011-2012),” ujar Letjen Dudung, Senin (27/9/2021).

Namun, patung tersebut diambil oleh penggagasnya, yakni Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang sudah meminta izin kepada dirinya.

“Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya,” Kata Letjen Dudung.

“Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” jelasnya.

Lantas Letjen Dudung pun tak terima atas tudingan yang dilontarkan Gatot Nurmantyo.

“Itu tudingan yang keji terhadap kami,” tegasnya.

Semestinya, sebagai senior, Gatot Nurmantyo lebih dulu melakukan klarifikasi secara langsung atau tabayyun.

“Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa,” tuturnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: