Sabtu , November 27 2021

Bikin Ratusan Konten Hoaks Provokatif di YouTube, Direktur TV Swasta Ditangkap

Direktur BSTV Bondowoso, Arief Zainurrohman, ditangkap polisi karena membuat konten hoaks dan provokatif di Youtube.

Jakarta (Riaunews.com) – Direktur BSTV Bondowoso, Arief Zainurrohman (AZ), bersama dua anak buahnya berinisial M dan AF ditetapkan sebagai tersangka akibat postingan hoax dan SARA di akun YouTube pribadinya ‘Aktual TV’. Polisi mengungkap Arief membuat 765 konten provokatif yang kini telah disita akunnya.

“Hasil pemeriksaan kami dengan saksi ahli dan sebagainya bahwa konten-konten ini dari ‘Aktual TV’ ini terdiri dari 765 konten dan sebagian besar ini berisi konten-konten provokatif,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengky Haryadi, dalam konferensi pers, Jumat (15/10/2021).

Sebagaimana dilansir Detikcom, Hengky menyebut bahwa ratusan konten provokatif itu bisa memecah belah persatuan bangsa. Sebab, kata dia, apa yang ditayangkan dalam konten-konten itu akan menimbulkan keonaran.

“Sehingga konstruksi utama pasal yang kami terapkan dalam kasus ini adalah Pasal 14 ayat 1 dan 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 di mana berita bohong tersebut bisa menimbulkan keonaran,” ucapnya.

Dia mengatakan konten-konten provokatif yang dibuat Arief dkk tak hanya ditayangkan di YouTube. Menurut Hengky, kontennya juga disebar di sejumlah platform media sosial lain sehingga kontennya semakin viral.

“Kita bisa lihat bahwa dari 765 konten ini, ‘Aktual TV’ sudah kita sita akunnya. Namun masih tetap kita bisa lihat dan ternyata dari ‘Aktual TV’ ini disebarkan ke akun-akun lain bahkan tersebar di platform media sosial lain, di-download disebar ke WA, Twitter, dan sebagainya, sehingga ini semakin viral,” imbuhnya.

Arief Sebar Hoax di Aktual TV

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Arief memang direktur TV swasta. Akan tetapi, dia ditangkap terkait postingan hoax dan SARA di channel akun YouTube pribadinya, yakni ‘Aktual TV’.

“Dia adalah direktur, tapi bedakan konteks pidana di sini beda dengan konteks medianya dia. Karena yang dia sampaikan konteks yang dia sampaikan berita bohong ini bukan melalui PT perusahaan televisi, tapi ada konten yang dia buat di salah satu youtube,” katanya.

Yusri menambahkan Arief memposting hoax dan SARA melalui YouTube ‘Aktual TV’ dan tidak terdaftar di Dewan Pers.

“Kontennya itu memang melalui kanal YouTube ‘Aktual TV’. Aktual TV ini tidak terdaftar di Dewan Pers, nanti dijelaskan oleh pakarnya ada kita bawa sini pakar komunikasi,” katanya.

Saat ini ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih akan mendalami pemeriksaan terhadap ketiganya itu.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: