Rabu , Oktober 20 2021

Disidak Bupati, Humas PT MAS Sebut Kalau Tidak Mau Jual Buah Sawit ke Kami Silahkan Jual ke Tempat Lain

Bupati Pelalawan H Zukri Misran saat Sidak harga sawit di PT MAS. Istimewa 

PEKANBARU (RiauNews.com)– Bupati Pelalawan, H Zukri Misran melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap tiga Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang beroperasi di kecamatan Pangkalan Lesung dan kecamatan Pangkalan Kuras, Rabu (29/9/2021).

Bupati sempat meradang melihat pimpinan perusahaan pura-pura tak paham.

Sidak ini dilakukan terkait persoalan pembelian harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli pihak perusahaan dari masyarakat yang diduga tidak sesuai dengan penetapan harga dari peraturan menteri dan penetapan harga dari oleh Gubernur Riau.

Selain itu juga terkait persoalan sortasi alias pemotongan yang dilakukan pihak perusahaan terhadap TBS yang masuk ke pabrik. Sortasi ini beragam besaran yang ditetapkan oleh pihak perusahaan hingga menyentuh di angka 5 persen.

“Selain harga yang tidak sesuai dengan ketetapan harga TBS dari pemerintah, juga ada sortasi pemotongan di lapangan yang diterapkan oleh masing-masing PMKS. Nah hari ini kita cek langsung. Apalagi hari ini harga TBS sesuai peraturan Rp 2.787 per kilogram,” terang bupati Zukri disela-sela Sidak.

Titik pertama dilakukan Sidak adalah di PMKS PT Makmur Andalan Sawit (MAS) yang berada di Desa Dusun Tua, Kecamatan Pangkalan Lesung. Bahkan di PT MAS ini Bupati Zukri dua kali bolak-balik melakukan sidak.

Tidak itu saja, Bupati Zukri sempat terpancing emosi oleh ulah manajer PT MAS bernama Tulus bermodus pura-pura tidak mengetahui harga TBS yang mereka beli dari pemasok. Bahkan manajer ini tidak mengetahui update harga TBS setiap waktu.

“Kalian ini sudah mencuri dan merampas hak petani. Sudahlah harga tidak sesuai dengan ketetapan ditambah lagi dengan adanya sortasi pemotongan TBS. Kami akan evaluasi kalian ini,”
tegas bupati Zukri di hadapan manajer Tulus yang seakan-akan terlihat bodoh.

Ditanya tindak lanjut Sidak Bupati Pelalawan tersebut Humas PT MAS, Bintang mengatakan, terjadi penyusutan timbangan atau sortasi merupakan hal yang biasa,

” Itu tidak jadi persoalan, itu hal yang biasa,” kata Bintang, Selasa (12/10/21) dihubungi melalui Ponsel.

Bahkan dengan entengnya Bintang mengatakan kalau tidak mau ikut kebijakan PT MAS petani dan pengepul buah sawit bisa cari tempat lain,” Kalau tidak mau jual ke kami jual tempat lain saja,” katanya dengan nada ketus.

Pewarta : Edi Gustien

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: