Kamis , Desember 2 2021

Dua Mantan Anggota DPRD Riau Dipanggil KPK Terkait Kasus Annas Maamun

Annas Maamun
Mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

Jakarta (Riaunews.com) – KPK memanggil dua anggota DPRD Riau 2009-2014, Suparman dan Rusli Efendi. Keduanya dipanggil sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan gubernur Annas Maamun.

“Hari ini (Rabu, 27/10) pemeriksaan saksi TPK suap pembahasan RAPBDP tahun anggaran 2014 dan/atau RAPBD tahun anggaran 2015 Provinsi Riau,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (27/10/2021) dilansir detikcom.

KPK juga memanggil dua PNS pada bagian Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Fuadilazi dan Jonli. Saksi selanjutnya adalah PNS pada BPBD Riau RM Eka Putra dan Plt Kepala Pelaksana BPBD Riau Said Saqlul Amri.

Ali mengatakan para saksi akan diperiksa di kantor Ditreskrimsus Polda Riau, Jalan Pattimura Nomor 13, Pekanbaru, Riau.

Dalam kasus ini, Annas Maamun diduga memberi suap kepada anggota DPRD Riau saat itu, Kirjauhari, saat pembahasan RAPBD 2014 dan RAPBD tambahan tahun 2015 Provinsi Riau.

Annas disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Annas sebelumnya dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kuantan Singingi, Riau. Annas terbukti menerima USD 166.100 dari pengusaha bernama Gulat Medali Emas Manurung.

Annas masih berstatus tersangka kasus lain di KPK. Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait RAPBD 2014 dan RAPBD tambahan 2015.

 

Kontroversi Annas Maamun

Annas Maamun pernah mendekam di penjara atas kasus korupsi. Dia dihukum 7 tahun penjara karena dinyatakan bersalah dalam dua kasus suap.

Annas Maamun kemudian mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo berdasarkan Keppres Nomor 23/G Tahun 2019 pada Oktober 2019. Hukuman Annas, yang sebelumnya 7 tahun penjara, berkurang menjadi 6 tahun penjara.

Annas kemudian bebas dari penjara pada akhir September 2020. Tidak lama setelah bebas, pria yang akrab disapa Atuk Annas tersebut langsung beraksi menggaungkan isu pemekaran provinsi.

“Ini Provinsi Riau Pesisir jadi, Pak, yakinlah. Saya targetkan tiga bulan lagi jadi Provinsi Riau Pesisir, betul, Pak. Sebab, saya kenal orang itu,” kata Annas di rapat paripurna yang disambut dengan tepuk tangan saat rapat paripurna hari jadi Kabupaten Rokan Hilir, Ahad (4/10).***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: