Kamis , Desember 2 2021

Gimik Squid Game Tes CPNS Jatim Dikritik, Pakar: Nirsubstansi

Pink Soldier Squid Game ‘ikut’ mengawasi pelaksanaan tes CPNS Kemenkumham Jatim. (Foto: Dok. Kemenkumham Jatim)

Surabaya (Riaunews.com) – Gimik kostum Squid Game pada gelaran Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur (Jatim) dinilai tak memiliki substansi yang jelas, dan pemborosan anggaran.

“Saya tidak menemukan dasar argumentasi yang kuat memakai kostum seperti itu. Dari segi kebijakan tidak ada yang bisa dicapai, karena kebijakan itu harus bertujuan. [Kostum] itu tujuannya apa, itu yang publik belum bisa mendapatkan penjelasan yang make sense,” kata pakar kebijakan publik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gitadi Tegas Supramudyo, Kamis (21/10/2021).

Apa yang dilakukan Kanwil Kemenkumham itu, menurut Gitadi tidak elok. Apalagi, kostum yang dipakai para pengawas dalam seleksi CPNS itu diadopsi dalam serial drama survival asal Korea Selatan.

Ia menolak jika alasan pemakaian kostum sebagai bentuk pengawasan. Baginya penampilan pengawas yang formal saja sudah cukup.

Pemakaian kostum bisa dimaklumi jika tujuannya sebagai alat pelindung diri (APD), seperti yang biasa digunakan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Kalau supaya para pengawasnya tersamarkan kan enggak masuk akal juga. Pengawasan seperti apapun pasti akan ditakuti oleh yang diawasi,,” ucapnya.

Tak hanya itu, menurutnya gimik kostum yang dibuat Kanwil Kemenkumham Jatim juga bisa berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara. Sebab membeli kostum dan segala propertinya itu pasti memerlukan uang.

Gitadi mengatakan, panitia pun harus bisa menjelaskan kepada publik dari mana dan berapa besar anggaran yang dikeluarkan Kanwil Kemenkumham Jatim untuk membiayai gimik tersebut.

“Lebih bagus lagi kalau ada datanya bahwa itu dibeli dengan anggaran tertentu atau sewa, kalau toh itu beli tentu saja itu bagian suatu pemborosan yang tak bertujuan,” ucapnya.

Dari pada membuat gimik kostum pink soldiers Squid Game, bagi Gitadi pemerintah semestinya lebih mengoptimalkan nilai substantif pada seleksi CPNS. Misalnya seperti transparansi proses seleksi, hal itu akan lebih menguatkan kepercayaan publik kepada lembaga negara.

“Gimik ini tidak perlu, justru pengawasan yang lebih transparan, menunjukan keseriusan. Yang penting sebenarnya substansi bagaimana proses tes itu transparan secara total dari proses seleksi tersebut sampai pengumuman dan penerimaan. Itu justru lebih mendasar,” ucapnya.

Sebelumnya, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Formasi Penjaga Tahanan dan Pemeriksa Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Jatim, mencuri perhatian karena para petugas yang mengawasi jalannya SKD CPNS pun sampai berdandan ala pink soldier di Squid Game. Mereka mengenakan kostum berwarna pink dan topeng bersimbol persegi, bulat serta segitiga.

Backsound mencekam juga turut mengiringi saat pink soldier menghampiri para peserta. Kelima pink soldier yang bertugas dilengkapi juga dengan senjata laras panjang. Bukannya takut, para peserta ujian justru takjub dan memberikan aplaus meriah.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono mengatakan, bahwa pihaknya memang ingin menciptakan suasana yang berbeda dalam seleksi CPNS kali ini.

“Kami ingin membuat peserta lebih rileks dan bahagia,” ujar Krismono, Rabu (20/10).***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: