Kamis , Desember 2 2021

Islamophobia Makin Menggila, Azan Pun Jadi Masalah

(ilustrasi)

Oleh : Alfiah, S.Si

Lagi-lagi islamophobia makin mengemuka. Digoreng oleh media, jadilah isu viral yang sebenarnya sangat sensitif untuk dipermasalahkan. Azan atau adzan merupakan panggilan ibadah bagi umat Islam untuk menunaikan salat fardlu.

Azan adalah panggilan suci yang mengajak setiap orang untuk menghadirkan suasana batinnya, mengingat Allah Zat Yang Maha Agung. Suara-suara azan adalah panggilan atau “suara akhirat” bagi mereka yang hanyut dan fana dengan kehidupannya yang serba duniawi.

Azan adalah panggilan sakral bagi setiap orang untuk berjumpa dengan Tuhannya. Azan juga merupakan panggilan kerinduan seorang manusia kepada Tuhannya, seperti seruan manusia di Padang Mahsyar yang menyeru Tuhannya. Pada saat bersamaan, azan merupakan panggilan orang mukmin untuk menziarahi rumah Tuhan (masjid, mushala, langgar, dan surau).

Lantas, mengapa pula ada manusia yang lancang mempermasalahkan azan dengan menganggapnya sebagai sumber kebisingan? Seperti diberitakan bahwa sejumlah media asing baru-baru ini tampak menyoroti suara azan di DKI Jakarta yang dianggap berisik. Sontak saja hal itu tak bisa diterima, hingga akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara.

Menurut keterangan Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan ia sangat menyayangkan pemberitaan tersebut. Pasalnya menurut Amirsah saat ini pun sudah ada pengaturan pengeras suara Masjid seperti yang disampaikan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Sebelumnya,media asing AFP telah melaporkan salah satu warga Jakarta, bangun tiap pukul 03.00 pagi karena pengeras suara yang begitu keras dari masjid di pinggiran Jakarta saat adan berkumandang. Media lokal Prancis, RFI, juga turut melaporkan hal serupa. Menurut laporannya, keluhan soal pengeras suara yang bising semakin meningkat di media sosial.

Bahkan beberapa waktu lalu, pogram televisi di Korea Selatan melalukan remix terhadap potongan adzan, aksi ini pun menuai protes keras dari warganet dunia.

Penolakan terhadap azan pun terjadi di China. Salah satu aplikasi Quran paling populer di dunia dihapus dari App Store di China atas permintaan pejabat setempat. Menyadur BBC Sabtu (16/10/2021) aplikasi itu dihapus karena menampung “teks-teks keagamaan ilegal” dan pemerintah China belum menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

Inilah buah dari diterapkannya sistem kapitalisme dan sekulerisme. Syariat Islam sudah lama dijauhkan dari ranah politik dan hukum, kini urusan ibadah yang merupakan wilayah privat mau dipersoalkan.

Sesungguhnya kita kini hidup di akhir zaman yang penuh dengan fitnah. Kebenaran dikatakan kesalahan, orang waras dikatakan bodoh, orang jujur dikatakan pendusta dan pendusta dikatakan jujur. Sikap kita sebagai orang yang beriman janganlah terpengaruh dengan celaan orang yang suka mencela, jangan membalas makian orang yang memaki dan jangan mengikuti saran-saran yang bertentangan dengan keimanan kita.

Kondisi saat ini sesungguhnya telah diingatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Ra. ia berkata, Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lobang biawak pun kamu akan mengikuti mereka”.

Sahabat bertanya. “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang Tuan maksudkan?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Siapa lagi?” [HR. Muslim]***

Penulis Seorang Pegiat Literasi

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: