Kamis , Desember 2 2021

Kim Kardashian ‘Bantu’ Pecahkan Kasus Pencurian Peti Mati Emas Mesir, Bagaimana Bisa?

Kim Kardashian berpose di samping peti mati emas Nedjemankh pada Met Gala 2018. Peti mati tersebut ternyata hasil penjarahan. (Foto: The Times)

New York (Riaunews.com) – Kim Kardashian secara tidak langsung membantu memecahkan kasus penjarahan peti mati emas Mesir. Bagaimana ceritanya?

Ternyata sebuah foto Met Gala sang selebriti yang diambil pada 2018 silam memperlihatkan bintang Keeping Up With the Kardashians itu berpose mengenakan gaun emas di samping peti mati emas Nedjemankh.

Dalam episode terbaru podcast jurnalis Ben Lewis, “Art Bust: Scandalous Stories of the Art World,” dia membahas bagaimana foto itu berperan dalam menangkap pencuri peti mati Nedjemankh dan menjualnya ke Metropolitan Museum of Seni dengan dokumen palsu, menurut New York Post, Senin (19/10/2021), sebagaimana dilansir Tempo.

Foto tersebut mengarah pada kesimpulan dari kasus kriminal yang sudah berlangsung lama. Karena foto itu, pencuri yang menjualnya ke Metropolitan Museum of Art seharga US$ 4 juta atau Rp56,5 miliar akhirnya tertangkap. Peti mati yang berasal dari abad pertama sebelum masehi itu digali dari wilayah al Minya di Mesir pada 2011.

Kasus itu mulai terkuak setelah Asisten Jaksa Wilayah Manhattan Matthew Bogdanos mendapat kiriman foto Kardashian yang berdiri di samping peti mati oleh seorang anonim di Timur Tengah, yang awalnya menerima gambar itu dari sekelompok penjarah. Menurut informasi, penjarah kesal karena mereka tidak pernah dibayar untuk menggali peti mati tujuh tahun sebelumnya. Bogdanos meminta mereka untuk memberikan gambar digital dari makam tersebut.

Sebuah penyelidikan menemukan bahwa penjarah telah menggali makam, kemudian pada tahun 2013 mengirimkannya ke Hassan Fazeli, seorang pedagang barang antik di Sharjah, sebuah kota di Uni Emirat Arab. Fazeli menulis formulir ekspor dengan label artefak Yunani-Romawi untuk menutupi asal-usul peti mati yang sebenarnya, menurut podcast.

Relik tersebut kemudian dijual kepada Roben Dib, manajer Galeri Dionysos di Hamburg, Jerman, kata Lewis. Dib membangun proses restorasi peti mati dan diduga memalsukan izin ekspor Mesir dengan mengatakan peti mati Nedjemankh itu diekspor secara legal pada 1971.

Dan begitulah rantai itu berlanjut. Peti mati itu kemudian dikirim ke cendekiawan dan pedagang barang antik Prancis Christophe Kunicki dan rekannya Richard Semper. Meskipun tidak jelas apakah mereka mengetahui asal peti mati, mereka menjualnya ke Met.

Polisi Jerman menangkap Dib pada Agustus 2020, dan, menurut Art Newspaper, dia menyatakan bahwa semua dokumen ekspor itu sah.

Peti mati bertatahkan emas itu dikembalikan ke Kairo pada 2019. CEO Met Daniel Weiss meminta maaf kepada rakyat Mesir, terutama kepada menteri barang antik Khaled El-Enany.

“Setelah kami mengetahui bahwa museum itu adalah korban penipuan dan tanpa disadari berpartisipasi dalam perdagangan barang antik ilegal, kami bekerja sama dengan kantor kejaksaan untuk mengembalikannya ke Mesir,” kata Weiss dalam sebuah pernyataan.

Di Met Gala 2018, Kim Kardashian terlihat serasi berfoto di samping peti mati itu, mengenakan gaun emas ketat dari Versace. Agar sesuai dengan tema Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination, gaun Versace Kim tersebut juga menyelipkan simbol salib.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: