Rabu , Oktober 27 2021

Meski Ditahan, Elektabilitas Habib Rizieq Shihab Kalahkan Puan Maharai dan Airlangga

Habib Rizieq Shihab.

Jakarta (Riaunews.com) – Meski hingga saat ini masih berada di penjara karena menjalani tahanan untuk kasus RS UMMI, tingkat elektabilitas mantan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berhasil kalahkan tokoh politik seperti Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk pemilihan presiden atau Pilpres 2024.

Hal tersebut diketahui dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang berlangsung pada 15-21 September 2021. Temuan itu berdasarkan format pertanyaan semi terbuka dengan daftar 42 nama.

Dalam survei itu, SMRC mengajukan pertanyaan sebagai berikut: Bila pemilihan Presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai Presiden di antara nama-nama berikut?

Dari hasil survei tersebut, ternyata elektabilitas Habib Rizieq Shihab mencapai 1,6 persen. Angka itu lebih tinggi daripada sejumlah tokoh politik. Misalnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin saja duduk satu peringkat di bawah Habib Rizieq dengan elektabilitas 1,4 persen.

Kemudian Habib Rizieq juga unggul dari mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (1,4 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (1,1 persen), serta Menteri BUMN Erick Thohir (1,0 persen).

Bahkan, tingkat elektabilitas Habib Rizieq dua kali lipat dari Puan Maharani yang hanya 0,8 persen. Sementara, tingkat elektabilitas Airlangga hanya 0,3 persen.

Namun begitu, tingkat elektabilitas Habib Rizieq Shihab masih kalah dari nama-nama yang lebih populer. Misalnya, Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang memiliki elektabilitas 2,8 persen atau Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 3,0 persen.

Sementara itu, di posisi teratas ada nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 18,1 persen. Disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 15,8 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,1 persen.

Survei SMRC ini berlangsung pada 15-21 September 2021. Survei melibatkan 981 responden secara acak (multistage random sampling) dengan margin of error sebesar ± 3,19 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: