Kamis , Desember 2 2021

Pengacara Andi Putra Sebut Tak Ada Uang, Tak Ada Transaksi

Bupati Kuantan Singingi, Andi Putra.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Bupati Kabupaten Kuansing (Kuantan Singingi) Andi Putra dibawa penyidik KPK ke Jakarta setelah diperiksa di Polda Riau sejak Senin malam, 18 Oktober 2021. Ini merupakan rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kuansing terkait dugaan korupsi menerima janji perizinan perkebunan.

Bupati Kuansing Andi Putra dibawa penyidik KPK dari Polda Riau pada Selasa (19/10/2021). Dia naik sebuah mobil didampingi sejumlah penyidik menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Kuasa hukum Andi Putra, Dodi Fernando, dikonfirmasi wartawan membantah kliennya itu berurusan dengan KPK karena OTT. Dia menyebut Andi tak mengetahui adanya kegiatan lembaga anti rasuah itu di Kabupaten Kuansing.

“Tidak ada kondisi Bupati tertangkap tangan menerima hadiah,” kata Dodi, dikutip Liputan6.

Dodi menjelaskan, saat ada kabar OTT di Kabupaten Kuansing pada Senin siang, Andi Putra sedang persiapan berangkat ke Pekanbaru. Andi sempat menghubungi Dodi untuk berkonsultasi.

“Saya bilang masih bertemu klien, kemudian Pak Bupati duluan, agenda ke Pekanbaru untuk saksi di sidang,” jelas Dodi.

Dalam perjalanan ke Pekanbaru, Dodi menyebut Andi Putra merasa khawatir. Pasalnya, ada mobil yang membuntuti sehingga Andi Putra ketakutan.

Singkat cerita, ajudan Bupati Kuansing Andi Putra dihubungi seseorang yang mengaku penyidik KPK. Orang yang menelepon meminta Andi untuk ke Polda Riau pada Senin malam.

Hal ini diberitahu Andi ke Dodi sehingga keduanya sepakat ke Polda Riau. Setelah ada tanda tangan surat kuasa dari Dodi, akhirnya Andi diminta keterangan.

“Jadi tidak ada posisi ada uang, ada berkas, tidak ada transaksi,” kata Dodi.

Menurut Dodi, Andi Putra tidak mengetahui persis adanya OTT KPK di Kabupaten Kuansing. Sang Bupati sudah mencari informasi sejak kabar OTT ini berembus.

“Saat ditanya apakah ada Kadis yang tertangkap, itu tidak dapat (informasi),” tegas Andi.

“Kepastian siapa yang tertangkap itu tidak dapat, belum jelas,” tambah Dodi.

Sebelumnya, KPK menyatakan OTT di Kabupaten Kuansing menjaring delapan orang. Salah satunya Bupati, ajudan, sopir dan beberapa pihak swasta.

KPK menyatakan OTT ini terkait dugaan korupsi menerima janji terhadap perizinan perkebunan di Kabupaten Kuansing.

Sementara itu, Dodi menyebut ajudan, sopir hingga staf protokol yang disebut terjaring OTT sudah pulang. “Hanya Bupati saja yang dibawa ke Jakarta, pemeriksaan dilanjutkan di Jakarta,” ucap Dodi.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: