Kamis , Desember 2 2021

Seorang Perempuan Diperkosa di Kereta, Namun Tak Seorang Pun Penumpang Lain Menolong

Kereta api di Philadelphia, AS.

Philadelphia (Riaunews.com) – Seorang perempuan diperkosa di dalam kereta dekat Philadelphia, Amerika Serikat pada Rabu (13/8/2021) malam waktu setempat. Namun, para penumpang di gerbong hanya menonton tanpa berusaha menolong atau memanggil nomor darurat 911.

Kejadian itu bermula saat laki-laki yang diidentifikasi sebagai Fistin Ngoy duduk di sebelah seorang perempuan sekitar pukul 22.00 malam di dalam kereta api di Market-Frankford Line menuju 69th Street Transportation Centre.

Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara, Andrew Busch, mengatakan Ngoy mencoba menyentuhnya beberapa kali.

Perempuan itu kemudian menampiknya dan mencoba menghentikan tindakan Ngoy, lanjut Busch.

“Kemudian, sayangnya, dia melanjutkan (tindakannya) merobek pakaiannya,” terang Bosch seperti dikutip New Straits Times.

Menurut keterangan kepolisian, kekerasan seksual itu terjadi sekitar 8 menit dan tak ada penumpang dalam kereta yang mencoba membantunya, katanya.

“Saya terkejut dengan mereka yang tidak melakukan apa pun untuk membantu perempuan ini,” kata Inspektur Departemen Kepolisian Kota Darby, Timothy Bernhardt, Ahad (17/10/2021) waktu setempat.

“Siapa pun yang berada di kereta itu harus melihat berkaca dan bertanya mengapa mereka membantu atau mengapa mereka tidak melakukan sesuatu,” keluhnya.

Beberapa penumpang berada di gerbong. Tetapi Bernhardt menolak menyebutkan berapa banyak. Ia hanya mengatakan penyelidik masih memproses untuk menentukan jumlah pastinya.

Di dalam gerbong itu dilaporkan tak ada puluhan orang. Namun, ada cukup banyak penumpang.

“Secara kolektif, mereka bisa berkumpul dan melakukan sesuatu.”

Pada akhirnya, petugas melihat kejadian tersebut di dalam kereta dan menelepon 911, kata Busch.

“Petugas kepolisian bergegas ke kereta dan menangkap laki-laki itu dalam aksinya dan menahannya,” lanjut Busch.

Kamera pengawas yang sedang ditinjau oleh pihak berwenang tidak ada audionya, kata Bernhardt. Tapi berdasarkan rekaman yang dia tinjau, jelas penumpang memiliki kesempatan untuk intervensi, lanjutnya.

Orang yang ada di tempat kejadian dan tidak melakukan intervensi dapat dituntut secara pidana jika mereka merekam serangan itu, kata Bernhardt.

Menurutnya, kantor kejaksaan Kabupaten Delaware akan membuat keputusan seperti itu setelah polisi menyelesaikan penyelidikan mereka dan menyerahkan temuannya.

Dia mengaku penyelidik telah menerima laporan soal beberapa penumpang yang merekam serangan di telepon mereka. Tetapi sejauh ini, polisi belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Pengadilan mendakwa Ngoy atas kasus perkosaan, kekerasaan seksual, penyerangan tak senonoh yang dilakukan tanpa persetujuan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: