Kamis , Desember 2 2021

Sindir Yaqut, Ketum Muhammadiyah Tegaskan Negara Milik Semua

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, negara Indonesia merupakan milik semua golongan tanpa terkecuali. Hal ini ditekankan dalam tulisannya berjudul ‘Negara Milik Semua’.

Haedar mengatakan, sudah 76 tahun Indonesia merdeka. Meski begitu, Indonesia sudah berbangsa sejak berabad-abad silam. Oleh sebab itu, Haedar meminta segenap warga dan elite negeri semakin dewasa dalam berIndonesia.

“Ibarat buah makin matang, seperti ilmu padi, makin tua kian merunduk ke bumi,” tulis Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah, Ahad (24/10/2021).

Tulisan Haedar ini dipublish pada Sabtu (23/10), atau tiga hari setelah Menag Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut menyampaikan pernyataan kontroversial. Namun, tidak diberi keterangan apakah pernyataan ini terkait Gus Yaqut atau tidak.

Gus Yaqut dalam acara webinar RMI PBNU dalam peringatan Hari Santri 2021 pada Rabu (20/10), menyebut Kemenag merupakan hadiah dari negara untuk NU.

Dalam tulisannya, Haedar tidak secara gamblang menyinggung Gus Yaqut. Hanya saja ia mengaku heran karena masih ada elite politik yang berpikiran kerdil yakni adanya elite yang menyinggung kementerian diperuntukan untuk golongan tertentu.

“Namun, masih saja ada yang belum beranjak akil-balig dalam berbangsa dan bernegara. Semisal elite negeri yang menyatakan suatu Kementerian Negara lahir diperuntukkan golongan tertentu dan karenanya layak dikuasai oleh kelompoknya,” kata Haedar.

“Suatu narasi radikal yang menunjukkan rendahnya penghayatan keIndonesiaan,” lanjut dia.

Haedar kemudian menyinggung masih banyak masalah lain di Indonesia. Ia menyoroti praktik oligarki yang semakin menjamur di bumi pertiwi.

“Belum terhitung praktik paradoks lain yang sama gawat. Dunia politik, ekonomi, dan kekayaan alam dikuasai oleh sekelompok kecil pihak dan ramai-ramai membangun sangkar besi oligarki. Negara Republik Indonesia yang susah payah diperjuangkan kemerdekaannya oleh seluruh rakyat dengan segenap jiwa raga, direngkuh menjadi miliknya,” ucap Haedar.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: