Kamis , Desember 2 2021

Tiket Film Animasi Nussa Ludes di Sejumlah Bioskop Jabodetabek

Penjualan tiket film Nussa laris manis di sejumlah bioskop Jabodetabek.

Jakarta (Riaunews.com) – Film animasi Nussa yang rilis pada Kamis (14/10/2021) kemarin berhasil menarik perhatian penonton untuk kembali ke bioskop. Tiket film ludes terjual di sejumlah bioskop di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Dilansir CNN Indonesia, Bioskop Cinema XXI yang berada di Blok M Square, Jakarta Selatan, menjadi salah satu bioskop yang menjual habis tiket Nussa pada Kamis (14/10) di sejumlah jam 14.10 WIB dan 19.10 WIB.

Kemudian bioskop Cinema XXI di Arion, Jakarta Timur, yang menjual habis tiket Nussa pada Kamis (14/10) untuk jam tayang 14.35 WIB dan 19.05 WIB. Begitu pula dengan bioskop Cinema XXI di Senayan City, Jakarta Selatan.

Tiket Nussa juga terjual habis di bioskop Cinema XXI Botani Square Bogor pada Kamis (14/10) untuk jam tayang 13.45 WIB. Disusul oleh Cinema XXI Depok, Cinema XXI Metropolitan Bekasi, dan Cinema XXI Tangerang City.

Nussa sendiri merupakan film Indonesia pertama yang tayang di bioskop setelah kembali beroperasi di masa PPKM. Sebelum tayang di Indonesia, Nussa lebih dulu tayang di Bucheon International Fantastic Film Festival 2021.

Film animasi ini diadaptasi dari serial animasi bertajuk sama yang tayang di televisi. Serial tersebut sempat memenangkan Film Animasi (Pendek) Terbaik Festival Film Indonesia 2019.

Cerita film Nussa fokus pada karakter anak kecil bernama Nussa yang disulih suara oleh aktor Muzakki Ramdhan. Ia merasa bingung dan gusar menjelang sebuah pertandingan sains antar-sekolah.

Nussa selama ini dikenal sebagai seorang anak yang menaruh minat tinggi terhadap sains. Dia juga dinilai sebagai anak yang pintar dan jadi andalan sekolahnya terkait dengan sains.

Namun situasi mulai berubah ketika seorang anak baru datang ke sekolah Nussa. Anak bernama Jonni (Ali Fikry) itu memiliki banyak keunggulan dibanding Nussa, terutama memiliki peralatan yang lebih canggih.

Keduanya sama-sama memiliki kecerdasan dan kemampuan dalam mengerjakan proyek sains. Keduanya pun menjadi wakil sekolah dalam festival sains yang akan datang.

Hingga suatu hari, Nussa yang selama ini mengandalkan barang-barang rongsokan untuk membuat roket mulai merasa terancam ketika roket ciptaannya gagal terbang dan kalah secara performa dibanding milik Jonni.

Nussa sempat menjadi perbincangan setelah dianggap sebagai film yang mempromosikan Islam ‘kearab-araban.’ Angga Dwimas Sasongko selaku produser eksekutif Nussa langsung membantah hal tersebut.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: