Kamis , Desember 2 2021

Jokowi Akhirnya Pilih Diri Sendiri jadi Juru Bicara Presiden

Joko Widodo
Presiden Joko Widodo.

Jakarta (Riaunews.com) – Presiden Joko Widodo akhirnya menjawab teka-teki juru bicara presiden pengganti Fadjroel Rachman yang kini menjadi duta besar Kazakhstan.

Untuk saat ini, Jokowi memilih dijubiri diri sendiri.

“Belum, dijubiri sendiri saja,” kata Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan soal jubir kepresidenan setelah menghadiri acara HUT ke-10 NasDem di Akademi Bela Negara NasDem, Jl Pancoran Timur II, Jaksel, Kamis (11/11/2021), dilansir Detikcom.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menanggapi soal isu reshuffle yang mencuat belakangan ini. Jokowi belum berpikir untuk melakukan kocok ulang Kabinet Indonesia Maju.

“Reshuffle belum berpikir,” ujar Jokowi.

Kekosongan bangku jubir Presiden terjadi setelah Fadjroel Rachman diangkat menjadi Dubes. Fadjroel digeser ke Kazakhstan setelah 2 tahun menjabat jubir Jokowi.

Siapa pengganti Fadjroel pun lantas menjadi misteri. Sejumlah nama pernah disebut-sebut cocok menjadi jubir Jokowi. Mulai dari Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah hingga mantan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Namun, siapa jubir pilihan Jokowi kala itu masih jadi teka-teki. Di samping itu, Istana juga sudah mempunyai tiga pejabat penting yang kerap menyampaikan pernyataan kepada publik.

“Sampai saat ini belum ada arahan Presiden. Selain itu, di Istana sudah ada Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan KSP,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin kepada wartawan, Senin (25/10/2021) silam.

Pernyataan Bey tersebut senada dengan apa yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beberapa waktu lalu. Moeldoko mengatakan ada tiga pejabat yang bisa mengatasnamakan Istana, antara lain dirinya sendiri, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung. Ketiganya memang merupakan pejabat tinggi yang langsung dilantik oleh Jokowi.

“Kita sepakati dulu bahwa kalau mengatasnamakan Istana itu representasinya kalau di staf presiden, satu Mensesneg, kedua Menseskab, lalu KSP. Jadi kalau tenaga ahli KSP berbicara atas nama Kantor KSP, bukan atas nama Istana,” ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (12/11).***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: