Kamis , Desember 2 2021

Sempat Diobati karena Infeksi, Gajah di Pelalawan Riau Akhirnya Mati Setelah Dilepasliarkan

Autopsi terhadap seekor gajah yang mati di Pelalawan, Riau. (Foto: MCR)

Pelalawan (Riaunews.com) Gajah betina dewasa yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan oleh tim medis BBKSDA Riau, ditemukan mati di Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Ukui, Pelalawan.

Plt. Kepala Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga bahwa adanya 1 ekor gajah mati di Bukit Apolo.

“Gajah tersebut kita temukan mati pada 27 Oktober 2021,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Fifin mengatakan, gajah betina itu sebelumnya mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami peradangan di bagian reproduksinya.

“Tim gabungan langsung melakukan nekropsi di lokasi untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.

Dari nekropsi itu, didapatkan data bahwa gajah berjenis kelamin betina itu memiliki tinggi badan 2,17 meter, berat badan 2 ton, tebal kulit perut 0,4 centimeter, dan tebal kulit punggung 1,2 centimeter.

“Kita perkirakan gajah itu sudah mati sehari sebelumnya karena infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gajah itu pertama kali ditemukan sakit di Desa Pontian Mekar, Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu (Inhu).

Pada Kamis (21/10/2021) tim mendapat laporan adanya gajah liar berjenis kelamin betina memasuki perkebunan sawit dalam keadaan sakit. Wilayah itu sendiri berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Keesokan harinya, tim menemukan gajah itu dengan kondisi badan kurus dan lemah. Di sekitar lokasi tampak gajah tersebut memuntahkan batang dan pelepah sawit yang dimakannya.

“Sabtu (23/10/2021) tim langsung melakukan pengobatan terhadap gajah tersebut berupa pembiusan, identifikasi dan pemeriksaan,” tuturnya.

Dari pemeriksaan, gajah itu mengalami radang atau pembekakan dan luka terbuka pada bagian organ reproduksi luar yang telah ada larva ulat di bagian tersebut.

Tim kemudian melakukan pembersihan luka dan pemberian obat topikal pada daerah luka. Pengambilan sampel darah juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gajah secara umum.

Usai dilakukan pengobatan, tim melepasliarkan gajah kembali ke habitatnya. Hingga akhirnya ditemukan mati di kawasan Bukit Apolo.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: