Jack Dorsey Mundur dari CEO Twitter

Jack Dorsey mundur dari jabatan CEO Twitter.

New York (Riaunews.com) – Pendiri sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey umumkan mengundurkan diri CEO Twitter pers Senin (29/11/2021) waktu AS. Sebagai gantinya, ia telah menunjuk Parag Agrawal menjadi CEO.

Lewat email dia kepada staf yang kemudian dia bagikan ke publik lewat kicauannya, Dorsey mengatakan bahwa ia percaya Twitter dipimpin oleh pendiri bakal sangat membatasi dan dianggapnya satu titik kegagalan.

“Saya ingin Anda semua tahu bahwa ini adalah keputusan saya dan saya memilikinya. Itu adalah hal yang sulit bagi saya, tentu saja. Saya sangat menyukai layanan dan perusahaan ini,” ujar Dorsey lewat email yang dibagikan di Twitter.

Mengutip CNN Indonesia, Dorsey, yang juga kepala eksekutif perusahaan pembayaran Square, selama menjabat dihadapkan dengan pertanyaan kebebasan berpendapat yang sulit, tantangan untuk membuat platform yang dianggap menguntungkan dan kritik yang ia sebarkan.

Dengan tampilan kepala yang dicukur, janggut panjang dan gaya yang tidak konvensional, Dorsey selama bertahun-tahun memimpin Twitter.

“Tidak banyak perusahaan yang sampai ke level ini. Dan tidak banyak pendiri yang memilih perusahaannya daripada egonya sendiri,” kata Dorsey.

Meskipun sudah menyatakan mundur dari CEO, Dorsey akan tetap menjadi anggota dewan hingga rapat pemegang saham berikutnya pada 2022.

“Dan setelah itu… aku akan meninggalkan dewan. Mengapa tidak tinggal atau menjadi ketua? Saya percaya sangat penting untuk memberikan Parag ruang yang dia butuhkan untuk memimpin,” pungkas Dorsey.

Dorsey, yang ikut mendirikan Twitter pada 2006 pergi setelah mengawasi peluncuran fitur baru untuk membuat konten melalui buletin atau percakapan audio, sambil secara bersamaan menjabat sebagai CEO perusahaan pembayarannya Square Inc.

Ia juga bertahun-tahun menavigasi penuh gejolak pemerintahan Presiden AS Donald Trump, hingga akhirnya memblokir Trump dari platform setelah serangan 6 Januari di Capitol AS.

Dikutip Reuters, selama setahun terakhir Twitter telah berjuang untuk mengakhiri kritik bahwa mereka lambat memperkenalkan fitur-fitur baru untuk 211 juta pengguna.

Twitter kini juga dianggap sedang ‘kalah’ dari platform media sosial pesaing, seperti Instagram dan TikTok, menurut laporan AFP.

Di bawah kepemimpinan Dorsey, Twitter mengakuisisi layanan buletin email Revue dan meluncurkan Spaces, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mendengarkan percakapan audio langsung.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Ahok, Komisaris Rasa Dirut dan Sesuatu yang Salah Terhadap Pengawasan di BUMN

Sel Nov 30 , 2021
441 Jakarta (Riaunews.com) – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali jadi sorotan publik karena lantang […]
%d blogger menyukai ini: