Rabu, 24 Juli 2024

Khawatir peretasan, Bhineka anjurkan pelanggan mengganti password

Ikuti Riaunews.com di Google Berita
 
Bhineka menganjurkan pelanggan untuk mengganti password akun sesegera mungkin.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Salah satu pemain lama e-commerce di Tanah Air, Bhineka.com, sangat menganjurkan kepada pelanggan mereka untuk mengganti password saat ini.

Anjuran ini dikeluarkan terkait adanya pemberitaan peretasan data akun pengguna Bhinneka.com.

“Saat ini, kami terus melakukan investigasi mengenai kebenaran berita tersebut dan juga melakukan investigasi di internal sistem Bhinneka sehubungan dengan dugaan tersebut bersama BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara),” kata Chief of Commercial and Omnichannel Bhineka.com, Vensia Tjhin, melalui pesan elektronik yang diterima Riaunews.com, Selasa (12/5/2020).

Menurutnya, keamanan dan kenyamanan pelanggan saat berbelanja di situs mereka selalu menjadi prioritas dan pihaknya telah menerapkan standar keamanan global PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) dari TUV Rheinland untuk melindungi pelanggan.

Vensia juga menginformasikan bahwa password pelanggan di database selalu dienkripsi.

“Kami tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit, semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway. Selain itu tidak ada uang elektronik atau digital goods lainnya yang datanya tersimpan di sistem kami,” tambahnya.

Meski demikian, ada baiknya menghindari segala niat jahat dari para peretas dengan melakukan pencegahan.

Vensia memberikan sejumlah tips agar akun di situs e-commerce mereka lebih aman:

1. Mengganti password secara berkala dan ini saat yang tepat untuk mengganti yang baru.
2. Tidak menggunakan password yang sama untuk berbagai layanan.
3. Menggunakan email yang berbeda untuk aktivitas transaksi online.
4. SEGERA gunakan strong password: minimum 8 (delapan) karakter, kombinasi huruf besar dan kecil, kombinasi angka, jangan gunakan identitas atau informasi terkait dengan diri Anda, dan kombinasi simbol, contoh: Bh1nnek@123

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan peretasan situs e-commerce di Indonesia tengah marak terjadi.

Tokopedia dan Bukalapak dilaporkan telah mengalami peretasan. Puluhan juta akun yang ada di platform e-commerce tersebut diretas dan diperjual-belikan di ‘pasar gelap’.***

Pewarta: Ilva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *