Rabu, 10 Agustus 2022

Saham Perusahaan Sawit Langsung Jeblok Dampak Larangan Ekspor CPO

Antrian truk CPO untuk dibongkar dan disimpan di kilang sebelum diekspor ke negara lain.

Jakarta (Riaunews.com) – Sejumlah saham emiten perusahaan kelapa sawit dalam negeri berguguran pada Senin (25/4). Penurunan pergerakan saham emiten sawit tersebut terjadi usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan akan melarang ekspor CPO dan minyak goreng mulai Kamis (28/4/2022) ini.

Dikutip RTI Business, saham PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) tercatat turun 6,94 persen dari 1.440 menjadi 1.340 per saham. Perusahaan milik konglomerat Salim Group tersebut memproduksi minyak sawit mentah, karet, kakao, teh, dan biji-bijian.

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) juga turun 4,71 persen dari 510 menjadi 486. Emiten milik Salim Group tersebut memproduksi minyak goreng Bimoli dan produk turunan minyak kelapa sawit lainnya.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga tercatat turun 6,84 persen dari pembukaan sebesar 12.775 menjadi 12.250 per saham. Emiten di bawah bendera Astra Internasional tersebut memproduksi olein hingga kelapa sawit yang memenuhi kebutuhan pasar ekspor seperti China, Malaysia, Filipina dan Korea Selatan.

PT Provident Agro Tbk (PALM) milik Saratoga Sentra Business juga mencatatkan penurunan sebesar 4,95 persen dari 910 menjadi 865 per lembar saham.

Kemudian, saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) yang memproduksi produk kelapa sawit hingga karet tersebut juga turun 2,49 persen. Pada pembukaan perdagangan sahamnya dihargai 2.400, namun kini turun menjadi 2.350.

Penurunan tertinggi tercatat oleh PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sebesar 6,92 persen dari 650 menjadi 605. Perusahaan tersebut mengoperasikan 24 perkebunan kelapa sawit di Sumatera dan Jambi dengan luas 158 ribu hektare untuk perkebunan sawit dan 1.400 hektare untuk perkebunan karet.

Emiten kelapa sawit milik Bakrie Group yakni PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) juga mencatatkan penurunan hingga 6,25 persen dari 128 menjadi 120 per saham. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi minyak kelapa sawit, karet hingga oleokimia.

Emiten kelapa sawit milik konglomerat Sinarmas yakni PT Sinar Mas Agro Resources and Tech Tbk (SMAR) juga turun 3,17 persen dari 4.730 menjadi 4.580.***

Tinggalkan Balasan