Minggu, 25 September 2022

TBS Sawit Rakyat Terancam Tak Laku, Anggota DPRD Riau Minta Pemprov Temui Presiden

Petani sawit kini menjerit karena harga TBS anjlok dampak larangan ekspor CPO oleh Jokowi.

Pasirpengaraian (Riaunews.com) – Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hulu (Rohul), Kelmi Amri angkat bicara terkait kondisi sawit hari.

Bahkan ia mendapat laporan bahwa pemilik Delivery Order (DO) Tandan Buah Segar (TBS) di Rohul mulai besok, Senin (16/5/2022), sudah tidak menerima pengiriman TBS ke Pabrik Kelapa Sawit.

Hal ini, kata Kelmi, diduga indikasi Pabrik Kelapa Sawit sudah akan menghentikan operasional pengolahan.

“Saya berharap pemerintah provinsi segera lakukan rapat koordinasi dengan Kabupaten Kota dan segera ke Jakarta menemui Ketua DPR RI, serta Presiden, agar kondisi petani di daerah bisa disampaikan secara utuh,” kata Kelmi, Ahad (16/5/2022).

Bila kondisi ini dibiarkan, kata Kelmi, hal ini merupakan kondisi yang sangat mengerikan dan sangat berbahaya tentunya.

“Presiden boleh marah kepada pengusaha nakal, tapi ini bukan solusi yang bijak atas pelarangan ekspor secara keseluruhan hanya dalam hitungan minggu saja, seluruh tangki-tangki penampungan PKS penuh dan otomatis pengolahan akan berhenti,” kata Kelmi lagi

Pengolahan yang berhenti, sambung Kelmi, maka TBS rakyat sudah tidak ada gunanya dipanen.

“Maka harus disikapi serius. Untuk diketahui, malam ini masyarakat sudah menyampaikan aspirasi lewat pesan WhatsApp, bahwa mulai besok 16 Mei 2022 beberapa pemilik DO sudah tidak melayani jual beli TBS,” tukasnya.***

Tinggalkan Balasan