Asal-usul Nama Pak Ogah yang Kini Terbaring Sakit, 4 Tahun Nunggak BPJS

Abdul Hamid, pengisi suara Pak Ogah di serial Si Unyil.

Jakarta (Riaunews.com) – Dalam film boneka Si Unyil, tokoh ini menjadi salah satu sosok sentral yang identik dengan kepala botak dan suka meminta uang cepek (Rp 100) pada orang-orang yang lewat di pos hansip. Siapa lagi kalau bukan Pak Ogah, tokoh yang juga dikenal karakternya sebagai orang pemalas.

Lakon dan sekaligus pengisi suara Pak Ogah adalah Abdul Hamid (74) yang punya perawakan mirip dengan boneka. Namun sifat Abdul Hamid dengan bonekanya sangat berbeda karena dia justru dikenal sebagai seorang pekerja keras.

“Awalnya masuk dunia seni, dia (Abdul Hamid) tidak langsung masuk ke seni. Tapi dia bantu mungkin jadi tukang, kru-kru film layar lebar,” jelas Yuyun Widayanti, istri dari Abdul Hamid, sebagaimana dilansir Detikcom.

Baca Juga:

Sebelum muncul tokoh Pak Ogah di film Si Unyil, Abdul Hamid sempat mengisi suara sebagai penjahat, dan Engkong Meilani di serial Si Unyil. Pak Raden yang memperhatikan sosok Abdul, akhirnya melukis tokoh Pak Ogah yang sangat mirip dengan wujud Abdul Hamid.

“Dilukislah sama Pak Raden kepalanya Pak Ogah. Makanya kepalanya agak ke belakang, jadi mirip. Dari situ, lahirlah tokoh Pak Ogah,” ujar Yuyun

Abdul Hamid mengakui dari sekian banyak tokoh yang sempat digeluti sebagai pengisi suara di film Si Unyil, karakter Pak Ogah lah yang membuat dia terkenal. Terbukti, di kehidupan nyata pun ia kerap dipanggil dengan sebutan Pak Ogah.

“Dulunya banyak, jadi Pak Engkong, jadi Pak Ogah, jadi penjahat. Tapi dari sekian banyak panggilan, jadinya dipanggil 1 nama, “Pak Ogah”,” ujar Abdul Hamid.

Sudah setahun Abdul Hamid jatuh sakit. Dalam 4 bulan terakhir ini kondisi ingatannya juga berkurang dan bicaranya juga kadang ngelantur serta tidak jelas.

“Saya jujur, dalam 4 bulan ini sedih juga gitu melihat Pak Ogah. Saya bilang, apa semacam pikun atau stres, kok kayak anak kecil? Kok marah-marah mulu?,” ungkap Yuyun.

Sebelumnya diberitakan pengisi suara Pak Ogah ini mengalami penyumbatan di otak. Tidak lama kemudian penyakitnya bertambah, ada batu di empedunya. Belum lama ini kembali dirawat lagi, dikarenakan dehidrasi, kekurangan oksigen dan darah tinggi.

“Waktu pertama kali ke rumah sakit awal dulu itu. Kata dokternya, Pak Ogah ada penyumbatan di otak, penggumpalan di otak. Yang kedua kali lagi, dirawat, nambah penyakit lagi, ada batu di empedu,” ujar Yuyun.

Mengetahui Pak Ogah sakit, Istri Pak Ogah bingung untuk berobat, mengingat BPJS yang dimilikinya belum dibayar selama 4 tahun. Akhirnya Yuyun mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Rumah Sakit.

“Akhirnya sempat 1 hari apa 2 hari gitu, tidak bawa ke rumah sakit dulu sama saya. Karena saya mikir, BPJS saja hampir 4 tahun lebih belum bayar,” Ujar Yuyun saat ditemui di kediamannya bersama Pak Ogah.

Namun kondisi Pak Ogah tidak kunjung membaik dan hampir pingsan. Akhirnya mau tidak mau Istri Pak Ogah mencari pinjaman untuk membayar BPJS nya yang mangkrak.

“Tapi dari semalaman itu bukannya membaik tapi malah memburuk, dia hampir pingsan, baru saya bawa ke rumah sakit. Untuk bayar BPJS saya pinjam sana sini. Akhirnya, Alhamdulillah bisa kebayar BPJS itu,” Ujar Yuyun.

“Sampai 2x dirawat itu masih kena denda, karena tidak bayar sekian tahun,” Sambung Yuyun.

Perekonomian Pak Ogah bisa dikatakan kurang, mereka tinggal bersama saudara-saudara lainnya dalam satu rumah. Terkadang Pak ogah dan istri tidak mampu patungan membayar listrik.

“Tapi kayak kemarin, jujur, 2 bulan saya tidak bayar listrik, sudah mau dicabut, ketakutan dia. Karena tinggal di sini bareng-bareng (dari keluarga saya). Jadi bayarannya agak mahal, kita patungan,” ujar istri Pak Ogah.

Kamu bisa membantu meringankan kehidupan Pak Ogah lewat berbuatbaik.id. Caranya yaitu dengan berdonasi lewat LINK DONASI BERIKUT INI.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru: Inilah yang Mengundang Murka Allah!

Ming Jan 9 , 2022
255 Lumajang (Riaunews.com) – Beredar video seorang laki-laki menghempaskan dan menendang sesajen sambil mengucapkan takbir di Sumbersari, Lumajang, lokasi terdampak […]
%d blogger menyukai ini: