Selasa, 24 Mei 2022

Perjalanan Hidup Angelina Sondakh: Putri Indonesia, Mualaf, Politikus, Rutan dan Penghafal Al-Quran

Angelina Sondakh

Jakarta (Riaunews.com) – Tepat pada hari Kamis, 3 Maret 2022, Angelina Sondakh atau yang dikenal Angie, resmi dibebaskan atas kasus korupsi Wisma Atlet yang menyeretnya pada 2012 silam.

Mantan Putri Indonesia 2001 itu keluar penjara dibaluti busana blazer pink sambil menenteng tas coklat. Angie sambil menangis memohon maaf atas perbuatannya dan sungguh menyesal.

Sebelum terjerat kasus korupsi, Angie sudah dikenal publik lebih dahulu, berikut rangkuman mengenai perjalanan hidup Angie, antara lain:

Meraih Gelar Ratu Konteks Kecantikan 2001

Pemilik nama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh ini sempat dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan pada 2001 silam.

Angie merupakan anak dari pasangan Lucky Sondakh dan Sjul Kartina Dotulong yang lahir di New South Wales, Australia pada 28 Desember 1977.

Latar belakang pendidikan Angie diawali dengan pendidikan dasar di Laboratorium IKIP di Manado, Sulawesi Utara dan Sekolah Menengah Pertama Katolik Pax Christi Manado. Kemudian, SMA Negeri 2 Manado.

Tak hanya itu, ia juga sempat menempuh pendidikan di Year 9 – 10 Presbyterian Ladies College, Sydney, Australia dan Year 11 Armidale Public High School, Armidale, Australia.

Kemudian dilanjutkan di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta Pusat, Fakultas Ekonomi Pemasaran.

Pada tahun 1995 Angie sudah terjun di dunia kontes kecantikan di Manado.

Lepas itu, Angie terpilih sebagai perwakilan Sulawesi Utara dan sukses menyandang status pemenang konteks kecantikan, Puteri Indonesia 2001.

Menjadi Seorang Mualaf

Terlepas dari kasus korupsi yang melanda Angie, ada hal inspiratif mengenai kisah hijrahnya sampai menjadi seorang mualaf.

Dirinya memperoleh hidayah Islam sebelum menikah dengan aktor tampan Adjie Massaid pada tahun 2009.

Pernikahan mereka dikaruniai satu putra bernama Keanu Jabbar Massaid

Sayangnya, hubungan pernikahan dipisahkan oleh maut.

Mendiang suaminya wafat pada telah meninggal pada 5 Februari 2011 di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta.

Kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta.

Sebelum menikah, Angie sempat mengalami pergejolakan batin karena sang ayah tak merestui pernikahannya.

Kendati demikian, ayahnya tetap datang ke pernikahan untuk menghormati dari keluarga Adjie Massaid, yang memiliki karir cemerlang di dunia politik.

Terjun ke Dunia Politik

Sebelum kasus korupsi menjeratnya, Angie adalah anggota Fraksi Partai Demokrat dan anggota DPR RI Komisi X periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Semua karir politiknya kadas usai diterpai badai kasus korupsi proyek Wisma Atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.

Awal mula Angie diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi.

Namun, Angie terbukti bersalah atas keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek wisma atlet di Palembang pada 3 Februari 2012.

Abraham Samad selaku Ketua KPK menetapkan Angie sebagai tersangka karena diduga menerima fee untuk meloloskan anggaran proyek senilai Rp191 miliar itu.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, ia dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp250 juta.

Keberatan divonis 4,5 tahun, Angelina Sondakh mengajukan banding, akan tetapi hukumannya malah bertambah menjadi 12 tahun.

Kemudian, Angelina Sondakh mengajukan Peninjauan Kembali (PK), dan akhirnya Mahkamah Agung memangkas hukuman penjara menjadi 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara.

Saat diwawancarai oleh rekan media, Angie sudah merasa alergi bahas politik dan tidak ingin terjun menjadi politikus lagi.

Aktivitas Dibalik Jeruji

Sepuluh tahun mendekam di balik jeruji besi Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, membuat hati Angie ingin terus intropeksi diri dan menebus kesalahannya.

Sampai pada, ia memutuskan berhijab dan diketahui publik menjadi pribadi yang lebih religius.

Bahkan ia cukup aktif dalam program one day one juz.

Angie berniat ingin menghafalkan Al-Qur’an.***

Tinggalkan Balasan