Selasa, 24 Mei 2022

Arnold Putra, Desainer Indonesia yang Diduga Pesan Organ Manusia untuk Fashion

Arnold Putra diduga sebagai desainer Indonesia yang memesan organ manusia untuk keperluan fashion.

Jakarta (Riaunews.com) – Nama desainer Indonesia Arnold Putra kembali menjadi sorotan. Baru-baru ini, dia diduga terkait dengan pengiriman organ tubuh manusia dari Brasil ke Singapura. Berikut profil Arnold Putra.

Kontroversi ini bukanlah sekali saja yang dibuat oleh Arnold Putra. Sebelumnya, dia juga sempat membuat heboh karena membuat tas dari tulang belakang manusia. Awal tahun ini, dia pun terlihat mengenakan busana mirip seragam Pemuda Pancasila.

Namun, siapakah sosok desainer Arnold Putra ini? Berikut profil Arnold Putra.

Dalam wawancara dengan Highnobiety, Arnold Putra mengatakan bahwa dirinya lahir dan tumbuh di Jakarta. Namun, sejak beberapa tahun belakangan dia menetap di Los Angeles dan menghabiskan banyak waktunya untuk traveling.

Sebelum terjun ke dunia fashion, Arnold semula dikenal sebagai selebritas Instagram atau selebgram. Menurut Insider, akun Arnold telah ditandai sebagai salah satu “Rich Kids of Instagram”.

Kendati demikian, Arnold mengatakan bahwa ketertarikannya pada dunia fashion sebenarnya sudah digeluti sejak masa belia.

“Saya mulai bereksperimen dengan mode di usia muda. Dari memakai topi sekolah menyamping dan menumpuk topi lain di atas miring ke sisi lain seperti topi bajak laut, hingga memilih memakai sepatu selam karena saya menyukai mobilitas sambil tetap mematuhi aturan sepatu hitam sekolah, rekan-rekan saya memakai Nike Air Force 1s dan Lebrons,” ungkap Arnold dalam wawancara pada Mei 2018 silam.

Dia kemudian mengatakan ketertarikan itu berlanjut dengan mulai membeli sejumlah pakaian mahal saat duduk di tahun pertama masuk perguruan tinggi.

Saat ditanya soal ikon fesyen Indonesia yang jadi panutannya, Arnold menjawab bahwa dia tertarik dengan gaya remaja hardcore punk.

“Ada sekte kecil yang terdiri dari remaja hardcore punk yang menemukan cara paling cerdas untuk menato, tindik, dan menyesuaikan pakaian mereka sendiri. Gaya hidup mereka berkisar pada mengambil instrumen yang terbuat dari apa pun yang bisa mereka temukan di jalanan,” katanya.

“Melanggar hukum syariah, pertunjukan mereka sering digerebek oleh polisi dan mohawk berwarna mereka dicukur, dan pada kesempatan tertentu akan membalas dengan ‘semburan api’ buatan sendiri. Mereka benar-benar melakukan yang terbaik dan saya memuji gaya mereka,” tutur Arnold kala itu.

Sepanjang kariernya sebagai desainer, nama Arnold Putra lebih dikenal karena karya kontroversialnya. ***

Tinggalkan Balasan