Selasa, 24 Mei 2022

Dihipnotis WNA China, Warga Pekanbaru Kehilangan Rp700 Juta

Polresta Pekanbaru saat rilis penangkapan pelaku penipuan oleh WNA China pada seorang perempuan dengan nilai kerugian mencapai Rp700 juta. (Foto: Cakaplah)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Yusni, Warga Pekanbaru harus kehilangan uang dalam jumlah besar akibat dihipnotis yang diduga dilakukan tiga orang warga negara asing (WNA).

Korban dihipnotis ketika membeli buah di depan Toko Aneka Music miliknya di jalan A Yani, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau, Senin (19/10/2020) lalu. Akibatnya Yusni (57) itu kehilangan uang Rp700 juta.

Baca: Komisioner Ombudsman RI Nilai Telkomsel Tak Ada Niat Berantas Penipuan

Melansir Cakaplah, pelaku hipnotis terdiri dari 3 orang yaitu 1 orang laki-laki Warga Negara Asing (WNA) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial LXY (44), 1 orang perempuan WNA RRT berinisial YXH (37) dan 1 orang perempuan berinisial MY (30).

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebutkan, kejadian hipnotis terjadi pada Senin (19/10/2020), ketika korban membeli buah di Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan Toko Aneka Music miliknya.

Tiba-tiba datang 2 orang perempuan yang tidak dikenal mengajak korban berbincang-bincang mengenai bawang hijau yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit.

“Korban juga diajak 2 orang perempuan tersebut ke mobil guna memperlihatkan bawang hijau itu. Ketika sampai di mobil, telah ada 1 orang laki-laki sebagai supir dan 1 orang perempuan lainnya,” ucap Nandang, Senin (2/11/2020).

Selanjutnya korban dibawa pergi dengan menggunakan mobil tersebut dan mulai terhipnotis. Karena terpengaruh hipnotis, korban pun menarik uang tunai senilai Rp 425 Juta dan berbagai emas perhiasan yang diambil korban dari rumahnya di Komplek RBC.

“Secara tidak sadar, uang tunai maupun perhiasan emas tersebut diserahkan korban kepada para pelaku yang ditaksir senilai total Rp 700 juta. Setelah semuanya telah diterima oleh pelaku, selanjutnya pelapor ditinggalkan di pinggir Jalan Jendral Ahmad Yani dekat Bank Mandiri,” lanjutnya.

Saat ditinggalkan di pinggir jalan, korban diberikan 1 buah kantong plastik yang berisi garam dan tisu. Saat pelaku sudah melarikan diri, korban pun tersadar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut.

Baca: Terorganisir, pembobol Bank-Grab minta warga sekampung buka rekening tampung hasil penipuan

Dari hasil penyelidikan olah TKP, Satreskrim Polresta Pekanbaru mendapatkan informasi bahwa para pelaku berada di Kota Padang. Selanjutnya anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru bergerak menuju Kota Padang guna melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

“Namun ketika tim sampai di Padang, ternyata para pelaku telah berada di Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian langsung dilakukan pengejaran kembali terhadap para pelaku. Sesampainya tim di Kabupaten Pesisir Selatan, ternyata para pelaku telah bergerak kembali ke arah selatan menuju wilayah Provinsi Jambi,” cakapnya.

Akhirnya pada Jumat (30/10/2020) sekitar pukul 12.00 WIB, para pelaku dapat diamankan di perjalanan tepatnya di wilayah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

“Dari keterangan para pelaku mengakui perbuatannya serta terhadap 1 pelaku perempuan lainnya yang bernama Lily telah berpisah dari mereka ketika di Pekanbaru. Selanjutnya terhadap 3 orang pelaku langsung diamankan beserta dengan barang bukti yang ada,” pungkasnya.

Baca: Sindikat internasional penipuan pembelian ventilator Rp58 miliar berhasil disikat Polri

Dari barang bukti yang diamankan dari 3 pelaku ini berupa 10 unit handphone berbagai jenis, uang tunai senilai Rp 3 juta, 1 cincin emas putih, 1 gelang emas putih dan 1 kalung emas yang diduga milik korban.***

Tinggalkan Balasan