DLHK Provinsi Riau Temukan 348 Tual Kayu Balak di Hutan Lindung Bukit Betabuh

Kayu Balak yang ditemukan tim, DLHK Provinsi Riau di Hutan Lindung Bukit Betabuh. Istimewa
KUANSING (RiauNews.com)-Hari pertama Operasi Illegal Loging (Ilog)  di Hutan Lindung Bukit Betabuh, Kabupaten Kuansing oleh Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (DLHK) Provinsi Riau, KPHL Kuansing, Satuan Khusus Polisi Kehutanan Reaksi Cepat  (SPORC) Kemen LHK, Polisi  Militer (POM),  dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Dubalang Rimbo berhasil mengamankan 348 kayu balak, berukuran 4 meter dan diameter diatas 40 Cm, Selasa (7/12/21).

 

Kayu-kayu  dengan jenis meranti dan jenis lainnya ini ditemukan  tidak bertuan oleh tim operasi yang dipimpin oleh Kepala UPT  KPHL Kuansing, Ambriman, di kawasan kebun kelapa sawit yang berada di pinggir hutan lindung Bukit Betabuh. Diduga kayu-kayu ini akan dibawa ke sawmil (pengolahan kayu-red) namun belum sempat terangkut kayu ini sudah ditemukan oleh tim.

Kadis LHK Provinsi Riau, DR M Murod mengatakan dirinya telah meminta Polhut untuk mencari pelaku Ilog ini dan diproses sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, “ Saya minta kayu ini diamankan dan segera selidiki siapa pemilik kayu ini,” tegasnya.

Murod merasa geram karena masih ada aksi pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di kawasan hutan lindung seperti di Bukit Betabuh tersebut dan agar ada efek jera, pelaku harus dicari dan dibawa ke meja hijau,

” Saya minta Polhut untuk serius mengungkap siapa pelakunya, siapapun dia harus diberi efek jera, agar hutan lindung Bukit Betabuh dapat terjaga secara lestari,” ujarnya.

Operasi tersebut, diikuti oleh Kabid Pentaatan dan Penataan Hutan, DLHK Provinsi Riau Alwamen dan Kasi Gakum DLHK Provinsi Riau, Agus Haryoko.

Sebelumnya Murod mengukuhkan  Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Dubalang Rimbo sebanyak 22 orang, disaksikan oleh Plt Bupati Kuansing, Suhardiman Ambi, dalam kesempatan tersebut Doktor Ilmu Lingkungan alumnus IPB ini berpesan agar MMP bekerja secara profesional dalam membantu Polhut, menjaga dan mengamankan hutan dari kerusakaan terutama pembalakan liar  yang dapat meluluhlantakkan hutan di Bukit Betabuh dan juga kawasan hutan lainnya di Kabupaten Kuansing,

” Kita akan berikan pelatihan kepada MMP Dubalang ini dalam waktu dekat agar dapat bertindak secara profesional,” katanya.

Selain itu Murod juga menegaskan akan ada evaluasi terhadap personil MMP, “Jika ada anggotanya membuat kesalahan fatal akan diganti dengan personil yang baru,”ucapnya.

Sementara itu Plt Bupati Kuansing Suhardiman Ambi menyambut baik terbentuknya MMP Rimbo Dubalang ini dan berjani akan  memperhatikan kesejahteraannya

” Pemkab Kuansing berencana akan memberikan honor tiap bulannya kepada personil MPP ini,” kata mantan anggota DPRD Riau ini.

Ditambahkan Murod,  operasi ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Riau (Gubri), Drs H Syamsuar MSi,  yang cukup perihatin terhadap maraknya praktek Ilog di beberapa  wilayah Riau, sehingga menugaskan Kepala Dinas LHK  Provinsi Riau untuk melakukan operasi. Untuk hari ini operasi dilakukan di Hutan Lindung Bukit Batabuh.

” Dalam kesempatan ini saya selaku Kepala Dinas LHK, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Plt Bupati Kuansing Bapak, Suhardiman Ambi yang turut membantu pelaksanaan operasi ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Murod bersama Plt Bupati Kuansing menanam pohon di Hutan Lindung Bukit Betabuh.

Untuk diketahui, penetapan kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh ini berdasarkan SK Permendagri tahun 1986, lebih kurang 42.500 hektare.

Pewarta : Edi Gustien

Tinggalkan Balasan

Next Post

Kali Pertama, Indonesia Absen di Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Rab Des 8 , 2021
356 Jakarta (Riaunews.com) – Keputusan PBSI menarik tim bulutangkis dari Kejuaraan Dunia 2021 membuat Indonesia untuk kali pertama dalam sejarah […]
%d blogger menyukai ini: