Minggu, 25 September 2022

Ironi Rahmat Effendi: Gantikan Walkot Korupsi, Kini Juga di OTT KPK

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Bekasi (Riaunews.com) – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Karir politik Pepen melejit saat menggantikan eks Walkot Bekasi Mochtar Mohamad yang terjerat kasus korupsi.

Dikutip detikcom dari situs resmi Pemkot Bekasi, Rabu (5/1/2022), Pepen lahir di Bekasi pada 3 Februari 1964. Pepen tinggal di daerah Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Pepen menempuh S1 pada tahun 2000, S2 pada tahun 2006, dan S3 di tahun 2010. Pepen memulai karirnya di dunia politik pada 1999.

Baca Juga:

Dia menjabat anggota DPRD Kota Bekasi pada periode 1999-2004. Pepen kemudian menjabat Ketua DPRD Kota Bekasi pada 2004-2008.

Karir Pepen di Bekasi meningkat, dia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Bekasi pada 2008-2011 mendampingi Mochtar Mohammad. Di tengah masa jabatannya, Mochtar Mohammad tersandung kasus korupsi.

Pepen pun menggantikan Mochtar Mohammad menjadi Plt Wali Kota Bekasi 2011-2012. Selanjutnya, Pepen kembali mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bekasi.

Dia terpilih dan memimpin Kota Bekasi selama 2 periode, yaitu pada 2013-2018 dan 2018-2023.

Kini, Pepen kena OTT KPK. Pepen diamankan bersama sejumlah orang.

“Wali Kota Bekasi dan beberapa orang yang terkait sedang dilakukan pemeriksaan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/1).

Firli belum menjelaskan apa kasus yang membuat Pepen dan sejumlah orang lainnya terjaring OTT KPK. Kini, pihak yang kena OTT itu berstatus sebagai terperiksa.

KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Pepen dan pihak lain yang kena OTT KPK.***

Tinggalkan Balasan