Keluarga Korban Sebut Tak Ada Cinta di Balik Kasus Pembunuhan di Bonai Darussalam

Niko Alberto Tampubolon, pelaku pembunuhan sadis di Bonai Darussalam, Rohul.

Pasirpengaraian (Riaunews.com) – Pemuda bernama Niko Alberto Tampubolon nekad membunuh Pangolop Gultom (51), dengan alasan kesal karena pinangannya ditolak.

Akan tetapi, ternyata keluarga korban mengaku tak ada hubungan cinta antara anak korban dan pelaku.

Anak kandung korban, GR, menyebut pelaku tidak memiliki kekasih. Kakaknya, RG (28), yang diminta dinikahi juga bukan kekasih pelaku.

“Tidak ada cewek dia (Niko Tampubolon),” terang anak korban, GR, saat dimintai konfirmasi detikcom, Ahad (31/10/2021).

GR menyebut Niko memang cinta RG yang merupakan kakak kandungnya. Namun RG tidak mencintai pelaku.

“Dia suka sama kakak, kakak nggak suka sama dia,” katanya.

Pihak keluarga tidak bicara banyak soal perkara kasus pembunuhan ini, karena tengah berduka.

Tidak banyak yang diutarakan GR ketika ditanya duduk perkara kasus itu karena sedang berduka. Ia hanya memastikan ayahnya masih disemayamkan di rumah duka, Bonai Darussalam.

“Masih (di rumah duka). Besoknya Bapak baru dikebumikan,” imbuh GR yang masih menunggu kerabat datang ke rumah.

Sebelumnya diberitakan terjadi pembunuhan sadis pada, Sabtu (30/10/2021) oleh tersangka dengan menggunakan alat pendodos sawit.

Pelaku awalnya datang ke rumah korban di Desa Kasang Padang, Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

“Pelaku mendatangi rumah korban dengan tujuan untuk minta restu agar bisa menikah dengan anak korban. Akan tetapi korban tidak menghendaki,” ucap Kapolres Rohul, AKBP Wimpiyanto, Ahad (31/10/2021).

Pelaku tiba-tiba melakukan penganiayaan terhadap korban. Korban yang berusaha menyelamatkan diri terus dikejar hingga akhirnya dipukul dengan alat panen sawit.

Aksi sadis Niko juga disaksikan warga lain di lokasi. Mereka adalah RG (28), HN (44), RP (27) dan OM (35) warga Desa Kasang Padang, Rohul, Riau.

Polisi yang dapat laporan warga langsung datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Di lokasi, korban sudah berlumuran darah dan pelaku diamankan warga. Selanjutnya diserahkan ke anggota TNI dan polisi yang datang ke lokasi setelah menerima laporan warga.

Saat diinterogasi awal oleh polisi, pelaku mengaku aksi nekat itu dilakukan karena cinta dengan anak korban, namun tidak direstui.

“Setelah diamankan pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan sebilah dodos. Ini karena pelaku suka atau cinta dengan anak korban, tetapi tidak disetujui oleh korban,” katanya.

Untuk barang bukti yang diamankan di lokasi adalah sebilah dodos bergagang kayu dan panjang berukuran lebih kurang 4 meter. Termasuk pakaian korban dan pelaku yang berlumuran darah.***

Tinggalkan Balasan

Next Post

Jadi Dubes, Fadjroel Rachman Disebut Jubir Presiden Tergagal dalam Sejarah

Sen Nov 1 , 2021
531 Jakarta (Riaunews.com) – Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia Democratic Policy Satyo Purwanto menilai sosok Fadjroel Rachman adalah jubir presiden […]
%d blogger menyukai ini: